Bermain boneka kerap diidentikan dengan permainan ana perempuan dan terasa aneh melihat anak laki-laki memainkannya. Padahal, bermain boneka tak ada ketentuan gender khusus. 

Wajar jika ada rasa kekhawatiran jika melihat anak laki-laki yang asyik bermain boneka, karena takut sang anak kelak akan mendapatkan cibiran dan dijauhi oleh teman sebayanya. Moms tak perlu merasa khawatir bahkan cemas berlebihan jika mendapati sang anak asyik bermain boneka. 

Sejatinya bermain boneka tak ada hubungannya dengan prilaku dan homoseksualitas. Dokter anak di Stanford University School of Medicine, Alan Greene, MD, mengatakan bahwasannya anak-anak tak terlalu membutuhkan stereotip gender, seperti dikutip dari laman orami.co.id (20/8/2021). 

Selain itu diantara usia 18-20 bulan anak sudah dapat mengenali identitas mereka, yang mana anak laki-laki kelak akan menjadi pria dan anak perempuan akan menjadi wanita. Sangat wajar anak akan penasaran mencoba permainan dari lawan jenisnya, mengingat pada tahap ini pun anak sudah mulai mencoba meniru ayah dan ibunya. 

Yang perlu dikhawatirkan jika diatas usia 3 tahun dan anak belum mengenali identitas gendernya yang bahkan lebih menyukai menjadi lawan jenis dibandingkan gendernya. 

Namun jika tak menunjukkan tanda demikian, Moms tak perlu khawatir bahkan sampai memarahinya. Moms dapat dengan memberikannya pengertian dan bimbingan terkait permainan bagi anak. 

Baca Juga: Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua ketika Anak Laki-laki Mudah Menangis?

Nah, supaya Moms tak terlalu khawatir bahkan sampai menjadi beban pikiran, tim HerStory sudah merangkum 4 manfaat bermain boneka bagi perkembangan anak. Berikut diantaranya melansir dari berbagai sumber (20/8/2021).