Ilustrasi anak yang terinfeksi virus Corona. (Unsplash/Edited by HerStory)
Enggak jarang, peradangan tersebut membuat organ-organ di dalam tubuh menjadi rusak atau gagal berfungsi. Hal inilah yang membuat badai sitokin perlu diwaspadai karena bisa menyebabkan kematian.
Badai sitokin sendiri menyerang jaringan paru-paru dan pembuluh darah. Alevoli atau kantung udara kecil di paru-paru akan dipenuhi oleh cairan sehingga enggak memungkinkan terjadinya pertukaran oksigen.
Inilah mengapa penderita Covid-19 kerap mengalami sesak napas.
Sebagian besar penderita Covid-19 yang mengalami badai sitokin mengalami demam dan sesak napas hingga membutuhkan alat bantu napas atau ventilator.
Kondisi ini biasanya terjadi sekitar 6-7 hari setelah gejala Covid-19 muncul.
Selain demam dan sesak napas, badai sitokin juga menyebabkan berbagai gejala, seperti:
- Kedinginan atau menggigil
- Kelelahan
- Pembengkakan di tungkai
- Mual dan muntah
- Nyeri otot dan persendian
- Sakit kepala
- Ruam kulit
- Batuk
- Napas cepat
- Kejang
- Sulit mengendalikan gerakan
- Kebingungan dan halusinasi
- Tekanan darah sangat rendah
- Penggumpalan darah
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.