Menu

Waspada! Ini Penjelasan tentang Badai Sitokin yang Bisa Berujung pada Kematian

23 Agustus 2021 15:00 WIB
Waspada! Ini Penjelasan tentang Badai Sitokin yang Bisa Berujung pada Kematian

Ilustrasi anak yang terinfeksi virus Corona. (Unsplash/Edited by HerStory)

Enggak jarang, peradangan tersebut membuat organ-organ di dalam tubuh menjadi rusak atau gagal berfungsi. Hal inilah yang membuat badai sitokin perlu diwaspadai karena bisa menyebabkan kematian.

Badai sitokin sendiri menyerang jaringan paru-paru dan pembuluh darah. Alevoli atau kantung udara kecil di paru-paru akan dipenuhi oleh cairan sehingga enggak memungkinkan terjadinya pertukaran oksigen.

Inilah mengapa penderita Covid-19 kerap mengalami sesak napas.

Gejala Badai Sitokin pada Penderita Covid-19

Sebagian besar penderita Covid-19 yang mengalami badai sitokin mengalami demam dan sesak napas hingga membutuhkan alat bantu napas atau ventilator. 

Kondisi ini biasanya terjadi sekitar 6-7 hari setelah gejala Covid-19 muncul.

Selain demam dan sesak napas, badai sitokin juga menyebabkan berbagai gejala, seperti:

- Kedinginan atau menggigil

- Kelelahan

- Pembengkakan di tungkai

- Mual dan muntah

- Nyeri otot dan persendian

- Sakit kepala

- Ruam kulit

- Batuk

- Napas cepat

- Kejang

- Sulit mengendalikan gerakan

- Kebingungan dan halusinasi

- Tekanan darah sangat rendah

- Penggumpalan darah

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman:

Artikel Pilihan