Ilustrasi anak perempuan sedang menggosok gigi. (Pinterest/morganmanagesmommyhood.com)
Orang tua pun harus menerapkan disiplin ke anak, seperti harus menyikat gigi dua kali sehari dan menerapkan pola makanan yang sehat dan sempurna untuk anak.
“Yang paling penting itu orang tua harus menjadi contoh bagi anaknya. Jangan sampai orang tua menyuruh anaknya sikat gigi 2 kali sehari, tapi dia sendiri gak sikat gigi. Yang penting itu disiplin, 2 kali sehari sikat giginya, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Kemudian juga makanan si kecil harus diperhatikan asupannya. Jangnn terlalu banyak mengandung gula atau tepung. Apabila terlalu banyak maka akan membuat gigi si kecil rentan karies,” terang drg Zakki.
Tak hanya itu, lanjut dr Zakki, orang tua pun jangan membiarkan anak menyikat giginya sendiri. Orang tua memang harus melatih anak menyikat giginya sendiri, tapi untuk finishing-nya sendiri, sangat butuh peran orang tua.
“Harus diingat juga, untuk anak hingga usia 6 tahun, itu orang tua harus membantu menyikat gigi si anaknya, jangan beranggapan ‘oh anaknya udah pintar, tidak usah dibantu’, jangan begitu. Karena motorik si anak untuk mampu menyikat giginya dengan sempurna itu belum dapat sebelum dia usia 6 tahun. Malah ada juga yang menyampaikan sampai usia 8 tahun itu orang tua harus membantu sikat gigi. Anak dilatih sikat gigi sendiri gak apa-apa tapi finishing-nya itu wajib orang tua yang membantunya. Jangan dibiarkan dia menyikat gigi sendiri,” pesan drg Zakki.
Menyoal pasta gigi yang cocok untuk anak, dr Zakki menyarankan, untuk anak usia di bawah 2 tahun sebaiknya menggunakan pasta gigi yang tidak ber-flouride, karena dikhawatirkan akan ikut tertelan oleh anak. Sementara untuk anak usia 2 tahun ke atas, justru disarankan menggunakan pasta gigi ber-flouride.
“Yang pasti semuanya harus dalam pengawasan orang tua juga, tetap harus hati-hati dalam menggunakan pasta gigi ber-floride. Jadi jangan sesuatu yang baik itu jadi kurang baik karena penggunaannya yang kurang pas,” imbuh drg Zakki.
“Untuk panduannya sendiri, untuk anak di bawah 2 tahun, panduannya, pasta giginya hanya sebesar biji beras. Jangan terlalu banyak karena tujuannya untuk menghindari tertelan oleh si anak. Tapi kalau anaknya sudah bisa berkumur dengn baik, bisa ditambah ukurannya jadi sebesar kacang hijau. Jadi banyak juga kesalahan di masyarakat itu, menurut mereka pasta giginya makin banyak itu beranggapan akan semakin bersih, padahal tidak,” tegas drg Zakki.
Nah Moms, jangan salah lagi ya terkait merawat gigi si kecil. Semoga informasinya bermanfaat ya!
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.