Ilustrasi bumbum penambah rasa pedas. (pinterest/freepik)
Menurutu Leann Poston, dokter dan kontributor untuk Invigor Medical, Capsaicin dalam makanan pedas akan menghambat produksi asam, meningkatkan aliran darah ke perut, dan meningkatkan produksi lendir. Semuua faktor tersebut sebenarnya dapat mengurangi risiko maag.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan pedas bisa meningkatkan pembakaran kalori dan lemak atau mengurangi nafsu makan. Beberapa riset lain pun melaporkan peningkatan pembakaran energi secara sederhana.
Meskipun makanan pedas bisa dimasukkan ke dalam menu diet, ini harus tetap diseimbangkan dengan aktivitas fisik, kecukupan nutrisi dan juga istirahat yang berkualitas ya Beauty!
Ternyata enggak hanya makanan manis yang bisa membuat mood kita meningkat. Makanan pedas juga bisa memiliki efek yang sama. Hormon endorfin ternyata bisa terlepas berkat konsumsi capsaicin, selain olahraga dan mengobrol penuh tawa dengan teman-teman.
Menurut riset dari Northwestern University, capsacinoid ini dapat merangsang sinyal yang membuat orak berpikir bahwa kamu sedang dilanda rasa sakit. Untuk itu, sebagai respons, otak akan melepas hormon endorfin untuk melawan rasa enggak nyaman.
Pilek memang menimbulkan rasa enggak nyaman. Hidung tersumbat akan membuat makanan terasa hambar. Dengan mengonsumsi makanan pedas, tubuh akan terasa lebih hangat dan sumbatan pada hidung akan melumer.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.