Banyak orang beranggapan bahwa pendidikan seksual merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan dengan anak sebelum mereka dewasa.

Padahal, hal ini justru bisa memberikan pemahaman kepada anak dan membekali anak agar lebih sadar dan peduli dengan kesehatan seksual mereka nantinya. 

Socialpreneur, Iim Fahima Jachja, mengatakan, obrolan tentang seks kini bukan hal yang tabu dan canggung lagi. Karena seks sejatinya adalah hal yang spesifik.

“Seks itu bukan hanya masalah reproduksi. Dan masalah reproduksi kan adalah pelajaran biologi. Masa obrolan seks dengan anak harus malu atau dianggap malu?” tutur Iim, dalam sesi live Instagram, sebagaimana dipantau HerStory beberapa waktu lalu.

Iim melanjutkan, pendidikan seks ini sudah bisa coba oleh orang tua saat anak sudah mulai bisa bicara.

“Seperti ngasi tahu dia, jangan lupa dicuci penisnya ya setelah kencing, begitu,” imbuh Iim.

Nah, kalau untuk anak pra-remaja yakni di rentang usia 9 s.d 14 tahun, kata Iim, pembahasan tentang seks ini bisa difokuskan ke hal seperti menolak berhubungan seks, menjaga reproduksi dan sebagainya. Dan, pendidikan seks juga harus terus dilakukan hingga si anak mencapai usia dewasa.

Iim Fahima juga menjelaskan bahwa harus ada keterbukaan dari orang tua telebih dahulu agar pembahasan seks tak menjadi canggung.

Kata dia, orang tua harus terbuka soal sex education kepada anak agar anak nantinya mendapatkan informasi yang utuh dari orang tua.

“Sehingga mencegah anak juga mendapatkan informasi yang salah dari orang luar. Dan tentunya, anak juga merasa aman ketika membahas tentang seks kalau dengan orang tuanya,” tutur Iim.

Baca Juga: Moms Harus Tahu! Ini 3 Cara Penyampaian Soal Sex Education untuk Anak, Jangan Sampai Salah Ya!