Membeli mainan untuk anak yang masih batita tentu dilakukan untuk membuatnya sibuk saat Moms ingin memersihkan rumah, terhibur atau belajar sesuatu dari mainan itu. Namun, orangtua sering memiliki persepsi bahwa terkadang mainan enggak cukup mampu menghibur Si Kecil sehingga ia sering merusak mainannya.

Batita pada dasarnya sangat suka menjelajahi dunia di sekelilingnya. Itu bagian dari pembelajaran tentang dirinya, tentang orang lain dan lingkungan sekitarnya. Melalui keingintahuan yang impulsif ini hingga merusak mainan, bisa membangun pengetahuannya tentang bagaimana benda-benda itu berfungsi.

Anak batita enggak bisa memikirkan cara yang lebih baik untuk menemukan rahasia terdalam mainan-mainan, buku-buku dan benda-benda lain. Selain dengan merobek, dan merusaknya hingga berkeping-keping.

Sayangnya, barang-barang yang berhasil dirusak anak akan sulit diperbaiki, anak pun belum berpikir sejauh itu. Meskipun rasa ingin tahu bisa mendukung pembelajaran si batita, tantangan yang Moms hadapi adalah bagaimana cara memanfaatkan sifat-sifat positif dalam cara-cara yang mendukung eksplorasi, tetapi pada saat yang sama enggak menyebabkan banyak kerusakan pada mainan yang sudah Moms beli.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat kamu lakukan, agar anak tetap bisa bereksplorasi tanpa merusak mainannya.

Memberikan mainan bongkar pasang

Sejak Moms tahu bahwa si Kecil senang mengotak-atik mainan hingga rusak, berikan dia mainan yang dapat dipasang dan bongkar kembali. Misalnya, memberikan mainan lego dan puzzle yang memungkinkannya untuk menyusunnya dengan cara yang ia sukai dan dapat dia bongkar kembali sewaktu-waktu.

Baca Juga: Moms Harus Ekstra Hati-hati, Ini Lho 7 Ciri Umum Pelaku Pedofilia!

Lihat Sumber Artikel di Akurat Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Akurat.