Menu

Ada Tiga Masalah Malnutrisi Anak di Indonesia, Ahli: Perlu Penanganan Serius!

09 September 2021 19:20 WIB
Ada Tiga Masalah Malnutrisi Anak di Indonesia, Ahli: Perlu Penanganan Serius!

Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Nutrisi dari FKUI dan RSCM, Prof. Dr. dr. Damayanti R. Syarif, Sp.A (K). (Riana/Herstory)

Adapun, pemantauan status gizi yang benar, kata Damayanti, yakni dengan memantau tumbuh kembang secara teratur. Sedangkan tata laksana rujukan berjenjang, dengan mengaktifkan poros posyandu-puskesmas-RSUD. Sementara, intervensi gizi dilakukan dengan edukasi pola makan berbasis protein hewani.

“Kunci untuk nutrisi otak dan tinggi badan itu protein hewani. Karena protein hewani mengandung asam amino essential lengkap, lebih efektif dicerna, dan berperan mencegah hambatan pertumbuhan linear,” tegas Damayanti. 

“Jadi artinya, anak yang stunting itu bisa saja dia gak kelihatan kurus ya. Karena bisa jadi dia BB-nya gak naik, tinggi badannya juga gak naik, jadinya kelihatan mungil. Dan orang tua pun nganggepnya anak ini gak kenapa-kenapa, karena si anak terlihat proporsional, padahal bisa jadi si anak mengalami stunting. Tapi perlu diingat ya, anak yang stunting itu dia bisa kurus, bisa normal, dan bisa gemuk,” tegas dr. Damayanti.

Lebih jauh, dr. Damayanti pun mengatakan, penderita stuntin ini tak hanya mengalami gagal tumbuh, tetapi juga akan terpengaruh kecerdasannya. Hal itu menyebabkan anak-ank stunting punya daya tahan tubuh yang buruk sekaligus IQ yang rendah.

Jika anak mengalami gizi buruk dalam jangka usianya kurang dari 1 tahun, maka 65% akan mempunyai IQ tidak lebih dari 90. Artinya, dengan kemampuan otak sebesar itu, kemampuan bersekolah anak hanya sekitar 7 tahun.

“Jadi mau sebagus apapun dia dipilihkan sekolah, anak tak akan mampu karena otak mereka memang tak mampu. Itulah kenapa pemenuhan gizi anak itu sangat penting. Orang tua untuk mencukupi nutrisi anak hingga usia 2 tahun karena dampak yang irreversible atau tidak bisa diubah lagi,” tutur dr. Damayanti.

Adapun kata dia, nutrisi untuk otak anak yang dibutuhkan hingga usia 2 tahun adalah lemak, karbohidrat dan protein hewani.

“Protein hewani mengandung asam amino esensial yang lengkap, lebih efektif dicerna dalam tubuh, dan berperan mencegah hambatan pertumbuhan. Protein hewani ini seperti telur, ikan, susu, ayam, dan daging, protein yang memiliki efek paling bagus untuk otak dan tinggi badan adalah susu,” paparnya.

Lebih lanjut, dr. Damayanti pun mengajak orang tua untuk mencegah stunting ini dengan cara memberikan makanan yang benar, baik ASI maupun MPASI.

“MPASI yang baik itu yang komposisinya seperti ASI. Dimana, protein pun harus diengkapi dengan asam amino yang lengkap dan kadar lemaknya tinggi (DHA). Lalu, orang tua oun harus melakukan pemantauan pertumbuhan sehingga bisa mendeteksi dini perlambatan pertumbuhan atau ada tanda-tanda anak mengalami growth desceleration. Jaid jangannunggu stunting dulu. Dan orang tua pun harus ngukur timbang dengan benar kemudian menganalisis apa yang terjadi, dan melakukan rujukan segera kalau anak terindikasi mengalami growth desceleration,” pungkas dr. Damayanti.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman:

Artikel Pilihan