dr. Nadia Mulyadi, Sp.JP, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Mayapada Hospital Kuningan (MHKN) membeberkan cara paling awal untuk mengetahui gejala penyakit jantung.

Adapun, kata dr. Nadia, gejala yang khas pada penyakit jantung pertama adalah terdapat nyeri dada. Biasanya di dada kiri, kemudian bisa menjalar ke rahang kiri, tangan kiri, semua yang terdapat di bagian kiri dari dada.

“Pertama, kita harus mengetahui dulu gejala penyakit jantung itu apa saja. Gejala yang khas pada penyakit jantung pertama adalah terdapat nyeri dada. Biasanya di dada kiri, kemudian bisa menjalar ke rahang kiri, tangan kiri, semua yang terdapat di bagian kiri dari dada. Biasanya timbul pada saat aktivitas fisik, atau pada saat emosional, kemudian hilang dengan istirahat atau dengan pemberian obat di bawah lidah,” terang dr. Nadia, sebagaimana dikutip dari laman mayapadahospital, Senin (13/9/2021).

Dikatakan dr. Nadia, gejala nyeri dada ini sendiri terkadang tak khas, misalnya pada pasien wanita, pasien usia lanjut, dan pasien dengan penyakit diabetes melitus.

“Jadi untuk mengetahui gejala awal dari penyakit jantung perlu sekali memeriksakan diri secara rutin pada dokter agar mengetahui risiko apa yang Anda miliki pada penyakit jantung,” terangnya.

dr. Nadia melanjutkan, penyakit jantung memiliki 2 faktor. Yakni, faktor yang bisa diubah dan faktor yang tidak bisa diubah. Nah, salah satu faktor yang tidak bisa diubah ini adalah genetik, usia, dan jenis kelamin.

“Pada faktor genetik ini perlu sekali kita tanyakan pada pasien dengan penyakit jantung apakah keluarga memiliki riwayat penyakit jantung,” ujarnya.

dr. Nadia bilang, yang dimaksud dengan keluarga adalah first degree family, jadi ayah kandung, ibu kandung, atau saudara kandung. Disebut memiliki faktor genetik apabila saudara kandung atau ayah kandung usianya kurang dari 55 tahun ketika mengetahui pertama kali mendapat penyakit jantung, sedangkan pada wanita kurang dari 65 tahun.

“Jadi yang penting itu menanyakan pasien/ keluarga pasien kapan pertama kali mengetahui penyakit jantung,” imbuhnya.

Lantas, apakah penderita penyakit jantung bisa mengalami gejala yang lebih berat jika terinfeksi Covid-19? 

Terkait hal itu, kata dr. Nadia, Covid-19 memang memiliki akar risiko kematian dan komplikasi yang lebih tinggi apabila memiliki faktor risiko, salah satunya penyakit jantung, stroke, hipertensi, diabetes, juga termasuk usia lanjut dan jenis kelamin pria.

Menurtunya, ada beberapa mekanisme secara medis yang dapat dijelaskan kenapa pasien dengan penyakit jantung memiliki komplikasi yang lebih berat, salah satunya adalah sistem imun tubuh kita.

Baca Juga: Suka Makan Buah Kering? Hati-hati, Bisa Sebabkan Penyakit Jantung Lho!