Membangun bisnis memang bukanlah sebuah hal yang mudah, terlebih bagi mereka yang belum memiliki jam terbang tinggi di dunia bisnis.  Selain membutuhkan persiapan, tekad, dan komitmen yang kuat, pelaku bisnis juga harus mempersiapkan mental untuk menghadapi kegagalan bisnis.

Menurut Eka Nilam Dari, Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay, pasang surut dalam berbisnis adalah hal yang tak dapat terelakkan, namun para pelaku bisnis dapat meminimalisasi risiko kegagalan dengan mempersiapkan strategi manajemen risiko yang tepat. 

“Karenanya, memahami kesulitan yang dialami oleh para pelaku bisnis pemula dalam merancang strategi manajemen risiko bisnis, ShopeePay Talk pun hadir dengan mengangkat tema 'Pasang Surut Pebisnis Pemula' hari ini. Karena, dalam dunia bisnis sendiri tak sedikit pebisnis yang mengalami kegagalan, terutama di masa-masa awal mereka merintis. Jangankan para pemula, pebisnis dengan jam terbang tinggi sekalipun kadang tidak luput dari pasang surut bisnis,” papar Eka, saat memberikan sambutan di acara ShopeePay Talk bertajuk 'Pasang Surut Pebisnis Pemula', yang digelar secara virtual, Kamis (16/9/2021).

Lebih jauh, Eka pun berharap, dengan kehadiran narasumber di acara ini, akan menambah insight baru yang diharapkan dapat membantu pelaku bisnis lainnya untuk membangun karakter dan mental yang lebih kuat lagi dalam berbisnis.

“Semoga kehadiran ShopeePay Talk kali ini bisa menginspirasi para pelaku bisnis untuk selalu berkarya dan bertumbuh. Sejalan dengan komitmen kami dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional, ShopeePay juga mengajak pelaku bisnis untuk maju bersama program dan kampanye kami,” harap Eka.

Dalam acara tersebut, CMO PT Harapan Bangsa Kita dan Co-Founder Sang Pisang dan Ternakopi, Ansari Kadir, menuturkan, sebelum menjadi seperti sekarang, dirinya mengaku pernah mengalami banyak kegagalan. Namun ia tak lantas menyerah dan terus belajar dari kegagalan tersebut.

Pria yang karib disapa Ari itu mengaku, ia memberanikan diri untuk keluar dari zona nyaman tempatnya bekerja. Dan akhirnya, ia pun mencoba membuka usaha dengan menjual makanan pisang goreng dengan bermodalkan uang sebesar Rp.500.000.

“Saya pernah gagal 12 kali dari tahun 2015. Saya dulu pernah jadi marketing di perusahaan otomotif.  Saya sempat berbisnis sekaligus kerja di perusahaan orang. Tapi gagal, karena gak fokus. Setelah gagal saya belajar bahwa hidup itu perlu evaluasi dan improvisasi. Setelah gagal saya harus melompat, kalau gak, saya gak akan maju. Akhirnya saya pun nekat jualan pisang goreng yang akhirnya mempertemukan saya dengan Mas Kaesang (Kaesang Pangarep), hingga akhirnya saya bisa seperti sekarang,” papar Ari.