Serangan migrain yang berulang dapat menjadi tanda bahwa Anda memiliki tekanan darah tinggi atau bisa juga disebut hipertensi. Para peneliti sedang mengamati hubungan antara tekanan darah tinggi dan migrain.

Berlaku untuk semua orang, sangat penting untuk mengendalikan tekanan darah tinggi. Terutama berlaku untuk orang-orang dengan faktor risiko penyakit jantung, termasuk migrain.

“Orang yang mengalami migrain memiliki risiko lebih tinggi secara keseluruhan dari penyakit kardiovaskular, terutama stroke, jadi untuk alasan itu, penting bagi penderita migrain untuk mengelola faktor risiko lain, termasuk tekanan darah tinggi atau hipertensi,” kata Pamela Rist, ScD, asisten profesor di Harvard Medical School dikutip Everyday Health (23/9/2021).

Penelitian tentang Hubungan Antara Migrain dan Tekanan Darah Tinggi

Wanita tiga kali lebih mungkin mengalami migrain daripada pria, menurut Migraine Research Foundation. Sulit untuk menguraikan kedua kondisi tersebut dan untuk mengetahui hubungan antara darah tinggi dan migrain perlu melihatnya dari banyak sudut yang berbeda.

dr. Rist mengatakan bahwa tampaknya ada sifat genetik yang terkait dengan darah tinggi dan migrain. Tetapi beberapa ahli percaya bahwa ini adalah hubungan sebab akibat, yang berarti bahwa migrain menyebabkan tekanan darah tinggi atau sebaliknya.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada Februari 2018 di jurnal Cephalalgia. Para peneliti mengikuti hampir 30.000 wanita selama 12 tahun. Mereka menemukan bahwa, secara keseluruhan, wanita yang memiliki riwayat migrain jenis apa pun lebih mungkin memiliki tekanan darah tinggi daripada wanita yang tak memiliki riwayat migrain. Selain itu, beberapa jenis migrain tampaknya berkorelasi dengan tingkat hipertensi yang lebih tinggi daripada yang lain.

Baca Juga: 10 Pantangan bagi Penderita Hipertensi, Nomor 10 Sering Jadi Rebutan Saking Nikmatnya!

Menurut American Heart Association (AHA), sakit kepala bisa menjadi tanda bahwa seseorang sedang mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi, artinya tekanan darah mencapai 180/120 milimeter air raksa (mmHg) atau lebih tinggi dari itu.