Ilustrasi wanita yang baru melakukan test pack kehamilan (Shutterstock/Edited by HerStory)
"Endometriosis kerap jadi penyebab utamanya nyeri saat haid, nyeri saat berhubungan seksual, nyeri saat buang air kecil, bisa bentuknya perlengketan di rahim yang bisa merusak sel telur," terang Prof. Budi.
Nyeri saat haid pada kasus endrometriosis disebabkan karena sebelum menstruasi endrometrium atau dinding rahim akan menebal sebagai tempat menempelnya sel telur yang sudah di buahi.
Tapi sayangnya, pada endrometrium tidak hanya menebal di dalam rahim tapi juga di luar rahim. Pada kasus wanita yang enggak hamil, endometrium biasanya akan luruh lalu ke luar dari tubuh sebagai darah menstruasi.
Sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovarian syndrome (PCOS) adalah gangguan hormon yang terjadi pada wanita di usia subur. Penderita PCOS mengalami gangguan menstruasi dan memiliki kadar hormon maskulin yang disebut dengan hormon androgen, yang berlebihan.
"Sindrom ovarium polikistik biasanya perempuan datang dengan keluhan gangguan haid, dengan keluhan jerawatan, dan atau tumbuh rambut halus dengan gambaran USG," terang Prof Budi.
Prof. Budi menambahkan, akibat PCOS ini pada akhirnya membuat kualitas sel telur tidak bisa maksimal, dan sel telur yang dihasilkan biasanya berukuran kecil dan sulit untuk dibuahi, yang akhirnya menyebabkan embrio tidak normal.
"Sehingga nantinya akan menyebabkan embrio yang tidak normal, dan ingat embrio yang normal untuk kehamilan yang sehat," pungkas Prof. Budi.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di Suara.com
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.