Berkembangnya teknologi juga memberikan dampak positif bagi industri kecantikan. Dengan sosial media, wanita kini menjadi lebih teredukasi mengenai pentingnya perawatan kulit wajah hingga badan.

Dalam survei yang dikeluarkan oleh Zap Klinik yang bertajuk Zap Beauty Index, generasi Z sudah mulai menggunakan skincare anti-aging sejak usia 13 tahun. Itu artinya generasi Z sudah mulai sadar betapa pentingnya perawatan kulit sedari dini agar usia lanjut kulitnya tetap kencang, namun mereka cenderung menyukai proses yang instan.

"Gen Z sudah pakai anti aging di usia 13 tahun. Penggunaan sheet mask juga lebih banyak daripada pakai sunscreen karena mau efek yang langsung terlihat," ungkap Yosanova Savitry, Chief Operation MarkPlus Institute di acara konferensi pers Zap Beauty Index 2020.

Baca Juga: Dari Definisi Cantik Hingga Perilaku Rutinitas Kecantikan, Ini 3 Segmen Dalam Zap Beauty Index

Fakta lain yang ditemukan melalui survei ini adalah generasi Z yang kisaran umurnya dari 13-22 tahun cenderung lebih boros daripada generasi sebelumnya dalam hal merawat kulit.

Baca Juga: 82,5% Wanita Indonesia Setuju Definisi Cantik Itu Memiliki Kulit Glowing

"Gen Z menghabiskan sebagian besar uangnya untuk melakukan perawatan kecantikan sedangkan Gen Y hanya sebesar 30%, sementara Gen X kurang dari 5%," ucap Yosanova.

Hal itu terjadi karena Gen Z sangat berpacu pada media sosial. Dikatakan bahwa mereka lebih percaya kepada influencer daripada ahlinya. Perilaku itu yang membentuk Gen Z lebih konsumtif daripada generasi sebelumnya.

Sebanyak 77,2% wanita memilih instagram, 55,9% youtube, dan 42,3auty blogger. Sedangkan generasi X cenderung mengombinasikan informasi online dan offline.