Sekolah kembali dibuka! Apakah Moms sudah siap melepas si kecil sekolah tatap muka? Ya, mau tak mau, kita akan segera berhadapan dengan hal ini ya, Moms. Beberapa sekolah pun sudah memberlakukan sistem tatap muka ini.

Lantas, amankah jika sekolah tatap muka dilakukan, terutama untuk si kecil yang berusia di bawah 12 tahun dan belum mendapatkan vaksinasi?

Terkait hal itu, Dokter Spesialis Anak dari RS Carolus Jakarta, dr. Ria Yoanita, Sp. A, mengatakan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sendiri mempertimbangkan proses dibukanya sekolah ini lumayan lama.

Petimbangan IDAI itu, yakni sekolah tatap muka baru bisa dimulai jika transmisi lokal terkendali, yang ditandai dengan tingkat positive rate kurang dari 5 persen dan tingkat kematian menurun.

Soal aman atau gak ya, apalagi buat anak yang belum divaksin, semuanya itu tergantung dari orang tuanya sendiri, dari anaknya sendiri, dan dari pihak sekolahnya itu sendiri. Jadi itu sebenarnya individual, dan dari IDAI gak memaksakan kok, kalau dari orang tuanya sendiri gak yakin anaknya nanti akan melakukan prokes dengan baik, kita enggak memaksakan,” kata dr. Ria saat sesi Instalive dengan tema ‘Saat Anak Kembali Sekolah Tatap Muka’, sebagaimana dipantau HerStory belum lama ini.

dr. Ria melanjutkan, banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk memulai sekolah tatap muka. Pertama adalah komitmen seluruh pihak untuk memutus rantai penularan. Pemerintah khususnya pemerintah daerah juga harus menyiapkan aturan protokol kesehatan (prokes) yang ketat untuk sekolah.

“Jika tingkat pendidikan seperti SMA dan Universitas mungkin bisa diterapkan aturan dengan baik. Justru yang mengkhawatirkan adalah jika dibukanya tatap muka untuk tingkat TK, SD dan SMP,” tuturnya.

Karenanya, dr. Ria juga bilang, untuk melepas anak ke sekolah, terutama di jenjang TK, SD, dan SMP, ada sederet persiapan yang perlu dilakukan orang tua.

"Pertama, berikan pemahaman dahulu terhadap anak. Apa sih Covid-19 itu, kira-kira apa saja yang dihadapi di masa Covid ini, dampaknya bagaimana, sebelum anak pergi ke sekolah kita bisa briefing anak, jadi dia benar-benar paham. Kedua, tentunya kita harus memberikan teladan atau contoh gimana sih harus ber-prokes, jangan sekedar teori, tapi juga orang tua harus menunjukan. Anak kan peniru ulung. Maka dia dengan sendirinya mengikuti. Selanjutnya, kita berikan pemahaman bahwa virus Covid-19  ini bahayanya seperti ini, kalau kena bisa sakit seperti ini, dan seterusnya. Bisa menggunakan media apapun sesuia dg usia anak agar mudah dimengerti. Dan kita tanamkan juga kenapa sih harus melakukan prokes, jadi anak harus tahu. Selain itu, kita juga harus siapkan alat kesehatannya, misalnya hand sanitizer, masker, face shiled, dll,” beber dr. Ria.

Baca Juga: Jangan Lengah Ya Moms! Lakukan 9 Hal Ini saat Anak Sekolah Tatap Muka