Menu

Saran Dokter Anak soal Sekolah Tatap Muka yang Aman dan Sehat

Riana Agustian
29 September 2021 12:30 WIB
Saran Dokter Anak soal Sekolah Tatap Muka yang Aman dan Sehat

Dokter Spesialis Anak dari RS Carolus Jakarta, dr. Ria Yoanita, Sp. A (Instagram/riayoanita)

Selain itu, dr. Ria bilang, sekolah juga perlu menyiapkan aturan dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap. Selain screening protokol kesehatan dari mulai suhu tubuh hingga menerapkan 3M, sekolah juga perlu mengatur jumlah siswa yang akan masuk di dalam kelas.

“Untuk persiapan sekolah sendiri sudah diberikan juknisnya oleh Dinas Pendidikan. Persiapannya berupa infrastruktur. Yakni seperti Tim Satgas Covid-19 Sekolah harus ada, SOP-nya juga harus ada, fasilitas yang memperhatikan ventilasi juga ada dan harus benar, kalau bisa outdoor lebih baik lagi. Selain itu juga harus memperhatikan jarak antar bangku. Kemudian menyiapkan thermo gun, tempat cuci tangan dan sabun, hand sanitizer. Kemudian juga diatur jumlah muridnya, karena tetap ya harus dibatasi 50 persen tiap kelasnya. Lalu ada pendataan juga dari Dinas Kesehatan baik pendidik, dan tentunya persiapan dari orang tuanya sendiri,” paparnya.

Tak hanya itu, lanjut dr. Ria, dari segi pelaksanaannya, selain menerapkan screening, sekolah juga harus memperhatikan waktu atau durasi belajarnya. Di DKI Jakarta sendiri, kata dr. Ria, rekomendasi durasi belajar itu 175 menit per minggu, dan maksimal 1 sesi itu sekitar 35 menit.

“Kemudian juga ada pembatasan lain seperti kantin ditiadakan, kegiatan ekskul juga ditiadakan, kegiatan orang tua dan guru intinya juga jangan dilakukan langsung dulu. Lalu, sekolah harus meniadakan  jam istirahat, termasuk makan di sekolah. Dan Ketiga, adalah monitoring. Ini penting banget. Sekolah juga hrs ada maintenance-nya, harus ada disinfeksi sebelum dan sesudah sekolah. Screening berkala/PCR berkala terhadap guru dan pekerja di sekolah itu. Yang penting lagi kalau untuk tracing, kalau ada yg positif, maka alurnya harus ada dan disiapkan di sekolah itu,” tandasnya.

Lebih jauh, dr. Ria juga mengingatkan orang tua untuk mengedukasi ulang tentang prokes itu sendiri, serta soal penerapan 3M, yakni Memakai masker dengan benar, Mencuci tangan, dan Menghindari kerumunan.

“Merelakan anak sekolah saat situasi ini pertimbangannya memang A sampai Z, ya. Idealnya nanti anak pun harus dipakaikan masker 2 lapis. Face shield juga boleh banget, malah lebih dianjurkan. Yang lebih penting dari itu, orang tua pun harus memberikan asupan nutrisi seimbang, karena ini untuk menjaga imun tubuhnya. Selain tentunya menerapkan prokes, juga imunisasi di luar vaksinasi Covid-19,” tuntas dr. Ria

Halaman: