Menu

3 Obat Cair Paling Ampuh Sembuhkan Penyakit Maag, Bye-bye Asam Lambung!

Tasha Rainita
29 September 2021 18:35 WIB
3 Obat Cair Paling Ampuh Sembuhkan Penyakit Maag, Bye-bye Asam Lambung!

Obat cair. (GenPI.co/Edited by HerStory)

HerStory, Jakarta —

Ketika seseorang memiliki penyakit maag, maka jika kambuh akan terasa nyeri dan enggak nyaman pada bagian lambung yang disebabkan oleh beberapa faktor.

Umumnya, penyakit maag ini disebabkan oleh gaya hidup dan juga pola makan yang enggak sehat. Makanya, kamu perlu mencari obat yang ampuh untuk menyembuhkannya. 

Berikut ini beberapa obat cair yang ampuh atasi penyakit maag yang bisa kamu coba. Apa saja? Yuk, simak baik-baik, ya!

Antasida

Antasida menjadi salah satu obat yang bisa digunakan untuk meredakan gejala naiknya asam lambung, sakit perut, mual, sampai peradangan pada kerongkongan, lambung dan juga usus.

Beauty, kamu bisa mencoba obat maag cair jenis antasida ini saat perut sedang kosong maupun ketika perut terisi setelah makan.

Sucralfate

Sucralfate juga menjadi pilihan obat yang ampuh untuk meredakan penyakit maag. Jangan lupa untuk selalu mengocok botol obat terlebih dahulu sebelum menuangkannya sesuai dosis, ya.

Sucralfate dikonsumsi untuk memulihkan gejala asam lambung naik, sakit perut, mual, serta muntah. Sucralfate ini bisa diminum dalam kondisi perut kosong sebanyak 2-4 kali sehari sesuai arahan dokter.

Ranitidine

Ranitidine kerap dipakai untuk mengobati masalah kesehatan terkait lambung dan kerongkongan, seperti asam lambung naik, sakit perut, susah menelan, dan lainnya.

Mirip dengan beberapa jenis obat maag cair lainnya, ranitidine juga bisa diminum sebelum maupun setelah makan, atau bahkan sebelum tidur. Selain itu, obat yang satu ini juga bisa diminum saat keadaan perut kosong atau terisi makanan. 

Nah, itulah beberapa obat yang bisa kamu coba untuk mengatasi sakit maag. Semoga bermanfaat!

Lihat Sumber Artikel di GenPI

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Share Artikel: