Penyakit kolesterol adalah lemak berwarna kekuningan dan berbentuk seperti lilin yang diproduksi oleh tubuh, terutama di dalam organ hati. Kolesterol juga dianggap sebagai penyebab berbagai penyakit berbahaya.

Kadar kolesterol yang kurang dari 200 mg/dL masih bisa ditoleransi. Jumlah kadar kolesterol 200-239 mg/dL sudah masuk ambang batas tinggi. Jika mencapai lebih dari 240 mg/dL berarti sudah termasuk tingkat kolesterol tinggi.

Masih banyak penderita kolesterol yang salah kaprah dengan banyaknya mitos soal penyakit tersebut. Melansir dari Medical News Today (30/9/2021), berikut ini beberapa mitos tentang kolesterol yang sering salah.

Apa saja? Yuk, simak baik-baik, ya!

Semua kolesterol itu jahat

Kolesterol merupakan komponen penting dari membran sel. Selain itu, fungsi lain kolesterol adalah membantu produksi hormon steroid, vitamin D, dan asam empedu. Jadi, tanpa kolesterol tubuh kita juga enggak sehat.

"Tubuh kita enggak dirancang untuk makan secara berlebihan, dan ketika kolesterol berlebihan, sisanya akan tersimpan di tubuh. Pusat penyimpanan itu biasanya di pembuluh darah dan itulah yang buruk," jelas ahli jantung Robert Greenfield.

Ada dua jenis kolesterol, yakni:

  1. Low-density lipoprotein (LDL), tugasnya membawa kolesterol dari hati ke sel. Biasanya jenis ini disebut kolesterol jahat karena bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular apabila kadarnya tinggi.
  2. High-density lipoprotein (HDL), fungsinya mengangkut kolesterol kembali ke hati. Orang menyebutnya sebagai kolesterol baik.

Baca Juga: Moms, Jangan Khawatir! Ini Cara Masak Santan Tanpa Takut Kolesterol Menghantui

Lihat Sumber Artikel di Suara.com Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.