Sambal terasi adalah sambal yang paling sering dikonsumsi oleh orang Indonesia. Apakah kamu salah satunya? Jika, iya maka kamu harus tahu bahaya dari mencampurkan sambal terasi dengan bahan lain. Hal ini tentu agar terhindar dari bahaya yang enggak kamu inginkan.

Kira-kira bahan apa saja yang harus kamu hindari? Simak penjelasan berikut, dilansir dari Sajian Sedap, Jumat (1/10/2021).

1. Minyak Bekas Goreng

Sambal memang tak bisa dipisahkan dari minyak. Untuk sambal terasi, biasanya kita menggoreng dulu bawang, cabai, tomat hingga terasinya dalam minyak panas. Baru kemudian diulek.

Sambal bawang yang tenar belakangan juga dibuat mentah lalu hanya disiramkan minyak goreng panas di atasnya. Hasilnya, sambal terasa segar karena aroma bawang dan cabai yang khas tapi juga nikmat di lidah.

Nah, minyak ini juga memainkan peranan penting untuk membuat sambal lebih enak. Karena itu, banyak orang sengaja menggunakan minyak sisa goreng ayam untuk membuat sambal. Tujuannya, aroma dan rasa ayam goreng yang tertinggal dalam minyak memberikan cita rasa nikmat pada sambal. Sambal pun jadi makin nikmat.

Tapi ternyata, hal tersebut bisa jadi langkah yang salah. Hal tersebut dikarenakan, minyak yang digunakan untuk menggoreng ayam biasanya sudah berubah menjadi minyak trans. Pasalnya, untuk menggoreng ayam, biasanya kita menggunakan temperatur tinggii. Nah, di atas penggorengan, temperatur tinggi mempercepat perubahan minyak yang tadinya bersifat cis (tidak berbahaya), menjadi trans (berbahaya).