Sukses Bikin Vaksin, AstraZeneca Ciptakan 'Obat COVID-19': Hasilnya Efektif Kurangi Risiko Kematian hingga 50 Persen!

Setelah berhasil menciptakan vaksin, sebagai salah satu perusahaan farmasi terbesar di dunia, AstraZeneca membuat obat antibodi COVID-19. Bahkan obat antibodi COVID-19 buatan AstraZeneca diklaim telah membantu mengurangi risiko penyakit parah atau kematian dalam studi tahap akhir. Dengan hasil yang memuaskan, AstraZeneca pun terus berupayanya untuk mengembangkan obat-obatan virus corona di luar vaksin.

Obat campuran dua antibodi yang disebut AZD7442 ini diketahui dapat mengurangi risiko COVID-19 parah atau kematian hingga 50 persen pada pasien yang tak dirawat di rumah sakit yang memiliki gejala selama tujuh hari atau kurang.

AZD7442 mengandung antibodi buatan laboratorium yang dirancang untuk bertahan di dalam tubuh selama berbulan-bulan untuk menahan virus jika terjadi infeksi. Sebaliknya, vaksin bergantung pada sistem kekebalan yang utuh untuk mengembangkan antibodi yang ditargetkan dan sel penangkal infeksi.

Obat antibodi covid ini memiliki dua jenis, yang pertama terapi diberikan melalui suntikan. Jenis ini sangat menjanjikan sebagai obat pencegahan dan sebagai pengobatan untuk COVID-19 setelah beberapa uji coba. Ini dirancang untuk melindungi orang yang tak memiliki respons kekebalan yang cukup kuat terhadap vaksin.

“Hasil positif ini menunjukkan bahwa dosis intramuskular AZD7442 yang nyaman dapat memainkan peran penting dalam membantu memerangi pandemi yang menghancurkan ini,” Hugh Montgomery, peneliti utama uji coba, mengatakan dalam sebuah pernyataan dikutip dari Al Jazeera (12/10/2021).

Terapi jenis kedua dibuat dengan kelas obat yang disebut antibodi monoklonal. Terapi kelas obat ini sedang dikembangkan oleh Regeneron, Eli Lilly dan GlaxoSmithKline dengan mitra Vir Biotechnology. Terapi ini disetujui untuk penggunaan darurat di Amerika Serikat untuk mengobati COVID-19 ringan hingga sedang.

AstraZeneca, meminta FDA pekan lalu untuk memberikan izin penggunaan darurat untuk AZD7442 sebagai terapi pencegahan. AstraZeneca mengirimkan data dari berbagai studi AZD7442 ke regulator kesehatan global.

"Kami akan melanjutkan diskusi dengan regulator seputar data baru ini," kata juru bicara AstraZaneca tentang hasil uji coba, Senin (11/10/2021).

Baca Juga: Ahli Prediksi Gelombang Ketiga Covid-19, Yuk Konsumsi 4 Buah Ini untuk Tingkatkan Imunitas Tubuh!

Uji coba berlangsung di 13 negara dan melibatkan lebih dari 900 peserta dewasa, dengan setengahnya menerima AZD7442 dan sisanya plasebo. Hasil uji coba lengkap akan diserahkan untuk dipublikasikan dalam jurnal peer-review.