Ketika berada di toko kecantikan, kamu mungkin berpikir bahwa barang-barang yang ada di dalam toko tersebut sudah terbukti aman untuk digunakan oleh semua jenis kulit. Padahal kenyataannya belum tentu. Ada beberapa kandungan yang berada di dalam produk kecantikan yang sebenarnya lebih baik untuk dihindari, salah satunya adalah paraben.

Dokter dan ilmuwan menemukan bahwa terlepas dari popularitas dan citra "sehat" suatu produk, itu mungkin enggak memberikan efek begitu baik untuk kulit. Lisa Donofrio, M.D., profesor dermatologi klinis di Universitas Yale, memaparkan beberapa alasan paraben berbahaya untuk kulit.

Baca Juga: Skincare Anti Polusi Dianggap Bisa Atasi Semua Masalah Kulit, Ini Tanggapan Ahli

Paraben merupakan pengawet yang biasanya ada di dalam suatu produk kecantikan. Paraben ini ditemukan dalam segala hal mulai dari shampo, sabun hingga lotion dan digunakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri serta memperpanjang umur simpan produk.

Tetapi, paraben juga diserap ke dalam tubuh dan ini yang memberikan efek buruk. Ada sebuah penelitian menunjukkan bahwa paraben kemungkinan besar terkait dengan gangguan hormon dan kanker tertentu.

“Mereka (paraben) berikatan dengan reseptor estrogen dan menimbulkan risiko kesehatan potensial karena disimpan dalam lemak tubuh. Karena masih belum pasti apakah mereka (paraben) menimbulkan masalah kesehatan yang nyata atau teoretis, mengapa kita tidak menghindarinya?" kata Dr. Donofrio.

Baca Juga: Ternyata Ini Lho, Tanda Skincare Enggak Cocok di Kulit Wajahmu

"Paraben terdaftar pada label bahan sebagai methylparaben, propylparaben, atau kata lain yang berakhiran paraben sehingga mudah untuk menghindari produk yang mengandung paraben. Atau coba untuk mengurangi kadar penggunaannya untuk membatasi paparan tubuh dengan paraben," sambungnya.

Produk bebas pengawet, atau yang mengandung pengawet alami, seperti ekstrak biji anggur, ekstrak rosemary, atau asam sitrat kemungkinan enggak akan bertahan lama, tetapi jika kamu menggunakannya secara teratur, itu akan lebih baik untuk kulit.