Ilustrasi suami berselingkuh (Relationshi Rules/Edited by HerStory)
Seseorang dapat berselingkuh ketika mereka kurang percaya diri. Misalnya, mereka mendapat perhatian dari orang di luar hubungan hingga membuat mereka merasa penting dan diinginkan.
"Orang mungkin berselingkuh karena dendam pada pasangannya," sambung Nelson.
Tetapi keadaan tersebut enggak konstan dan dapat diubah.
"Jadi, gagasan bahwa setiap orang yang telah berselingkuh pasti akan melakukannya lagi di lain waktu tidak selalu benar," imbuhnya.
Sementara itu, orang yang selalu selingkuh juga ada. Namun, mereka cenderung melakukannya karena alasan yang lebih berkaitan dengan kepribadian daripada kondisi mereka.
"(Mungkin) mereka enggak mampu berkomitmen dalam hubungan monogami tetapi enggak bisa jujur untuk meminta hubungan terbuka atau open relationship," tambah Nelson.
Orang-orang tersebut juga bisa memiliki kepribadian narsistik atau punya masalah dengan 'keterikatan'.
Sebab, meski mereka tertarik dengan pasangannya, mereka akan cenderung memikirkan diri sendiri. Jadi, perselingkuhan mungkin tampak bukan masalah besar bagi narsistik.
Peselingkuh mungkin percaya bahwa mereka melakukan kebaikan untuk diri sendiri dan pasangannya.
"Tidak setiap peselingkuh adalah orang yang egois atau jahat. Beberapa berselingkuh agar pernikahan mereka tetap bertahan," tandasnya.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di Suara.com
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.