Pandemi virus corona di berbagai belahan dunia masih terus berlangsung. Begitu pula dengan penelitian yang dilakukan demi 'mengenal' virus ini lebih jauh. Ada penelitian terbaru dari King's College London yang mengklaim satu dari sepuluh penderita COVID-19 mengalami gejala selama setidaknya satu bulan, kadang bisa lebih lama.

Ini tentunya memicu kekhawatiran para petugas medis. Jika umumnya masa pemulihan dikatakan memakan waktu maksimal 2 minggu setelah terinfeksi, penelitian ini menunjukkan bahwa masa pemulihan bisa memakan waktu lebih lama.

Baca Juga: Waspada! Sulit Bicara Bisa Jadi Gejala Terinfeksi Corona

Data terbaru membuat para peneliti percaya bahwa efek jangka panjang dari virus corona masih belum dipercayai dan cenderung diremehkan oleh pihak pemerintah karena dianggap seperti flu biasa. Padahal menurut Profesor Tim Spector dari King's College virus corona ini dapat bertahan hingga lebih dari tiga bulan.

"Pemerintah memberi tahu orang-orang bahwa COVID-19 ini seperti flu dan hanya memeriksa beberapa gejala, tetapi sebenarnya ini sama sekali tidak seperti flu. Bagi banyak orang gejala COVID-19 itu dapat bertahan; banyak orang mengatakan mereka sudah memilikinya selama lebih dari tiga bulan," ujar Profesor Tim Spector kepada Telegraph.

Ia juga menggambarkan virus corona sebagai salah satu penyakit paling 'aneh' yang pernah ditemui. Ia merasa khawatir semakin berjalannya waktu, data mengenai pasien virus corona akan luput dari perhatian.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ilmuwan Sebut Demam Tak Lagi Efektif Jadi Indikator Gejala Corona, Justru Ini yang Harus Diwaspadai!

Paul Garner, seorang profesor penyakit menular di Liverpool School of Tropical Medicine pun setuju dengan Profesor Tim Spector. Ia mengatakan bahwa virus ini berbeda dengan flu biasa.

"Biasanya jika kamu selama beberapa hari mengalami sakit karena virus, dalam waktu beberapa hari kamu akan merasa lebih baik (sembuh), tetapi berbeda dengan penyakit ini (virus corona). Kamu akan tetap merasakan gejala dalam waktu yang lama dengan gejala yang berbeda-beda," tambahnya.