Ilustrasi saki perut bagian kanan sebagai tanda dari usus buntu. (Pinterest/Freepik)
Penyakit refluks gastroesofageal (GERD) bisa menjadi penyebabnya. GERD dapat menyebabkan mual, mulas, dan gangguan pencernaan. Gejala akan meningkat ketika berbaring.
Lainnya adalah gastritis, terjadi ketika dinding perut (lambung) teriritasi dan meradang. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit atau sensasi terbakar, mual, muntah, serta gas.
Apabila tidak disembuhkan, akan menyebabkan pendarahan, maag, hingga kanker.
Sekresi di kantung empedu dapat menumpuk dan membentuk gumpalan mengeras yang disebut batu empedu. Ukurannya bisa berkisar sekecil pasir hingga sebesar bola pingpong.
Nyeri dapat terjadi ketika batu empedu menyebabkan penyumbatan pada sistem saluran kandung empedu, hati, atau pankreas. Makanan berlemak sering memperburuk gejala batu empedu.
Beberapa orang dengan IBS akan mengalami sakit perut di malam hari. Gejala umumnya adalah keluarnya gas dan kembung, terutama setelah makan.
Makan malam dalam jumlah besar dapat memperburuk sakit perut di malam hari pada penderita IBS. Sekitar 10 hingga 15 persen penderita IBS adalah orang di bawah usia 50 tahun.
Itulah beberapa penyakit serius yang terjadi jika kamu mengabaikan rasa sakit perut di malam hari. Untuk itu, segera konsultasikan ke dokter ya!
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di Suara.com
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.