Ilustrasi pasangan yang sedang berhubungan intim. (Unsplash/Edited by HerStory)
Seks yang aman, nggak selalu tentang alat kontrasepsi. Keamanan dalam bercinta harus meliputi semua aspek, fisik, mental, dan emosional. Seks yang aman lebih dari sekadar mengendalikan kehamilan atau mencegah penularan gangguan kesehatan seksual. Tetapi juga persetujuan pasangan dalam melakukan seks.
Stigma sosial dapat mempengaruhi kehidupan seks, seperti pandangan negatif dari orang sekitar mengenai bentuk, atau berat badanmu sehingga kepercayaan diri di depan pasangan turun. Ini bisa mempengaruhi saat berhubungan intim.
Untuk mengatasi hal itu, penting untuk saling menerima satu sama lain kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.