Ilustrasi kesehatan mental (Unsplash/Priscilla Du Preez)
Jika gejala baby blues terjadi lebih dari dua minggu maka bisa jadi kamu tak lagi mengalami baby blues, tetapi depresi pascamelahirkan.
Gangguan ini memiliki gejala yang hampir sama dengan baby blues, tetapi jauh lebih berat.
Penderita depresi pascamelahirkan sering kali tidak mampu mengurus dirinya sendiri, terlebih bayinya. Saat mengalami kondisi ini, kerap kali mereka juga tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari.
Jika Moms mulai mengalami ini, jangan disepelekan ya. Segera periksakan ke psikiater atau psikolog.
Gangguan kesehatan psikologis ini tergolong berat, dan dapat terjadi pada para ibu baru. Psikosis pascamelahirkan dapat terjadi dalam waktu yang cepat, umumnya sekitar tiga bulan pertama setelah melahirkan.
Gejala yang muncul hampir sama dengan baby blues dan depresi pascamelahirkan. Tetapi, penderita psikosis pascamelahirkan juga bisa mengalami halusinasi dan percaya akan hal yang tidak masuk akal.
Ketika Moms mulai mengalami ini, jangan disepelekan. Moms harus segera mendapat pengobatan. Hal ini dikarenakan penderita kondisi ini berisiko menyakiti dirinya atau orang lain, termasuk bayinya.
Biasanya, dokter akan memberikan obat antidepresan, antipsikotik, dan obat yang membantu menstabilkan suasana hati.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel: