Setelah menginfeksi ratusan ribu dan membunuh masyarakat dunia hanya dalam beberapa bulan, kini virus corona dikatakan telah melemah. Hal tersebut diungkapkan oleh penelitian yang berasal dari Italia, salah satu negara yang memiliki angka kematian tertinggi saat pandemi COVID-19.

Menurut dr. Alberto Zangrillo, seorang dokter ternama yang menjabat sebagai kepala Rumah Sakit San Raffaele di Milan, Italia ini mengatakan bahwa kini virus corona kehilangan potensinya dan tidak lagi mematikan.

Baca Juga: Masuk Tahap Kedua, Ilmuwan Yakin 99% Vaksin Corona Efektif

“Pada kenyataannya, virus secara klinis tidak ada lagi di Italia. Tes swab dilakukan selama 10 hari terakhir, dan hasilnya menunjukkan viral load secara kuantitatif yang benar-benar sangat kecil dibandingkan tes swab yang dilakukan sebulan atau dua bulan lalu,” katanya seperti dilansir dari Medical Daily (2/6/2020).

Setuju dengan dr. Alberto Zangrillo, Matteo Bassetti seorang Direktur di klinik penyakit menular di rumah sakit San Martino di kota Genoa, yakin bahwa virus corona yang kini masih mengintai masyarakat dunia sudah mulai melemah, beda dengan virus corona yang terjadi dua bulan lalu.

“Kekuatan virus itu dua bulan lalu bukanlah kekuatan yang sama dengan yang dimiliki saat ini. Jelas bahwa hari ini penyakit COVID-19 berbeda, ”, menambahkan, menayangkan sentimen yang sama seperti Zangrillo.

Baca Juga: Ada yang Baru! Ilmuwan Sebut Virus Corona Bisa Mati Meski Vaksin Belum Tersedia, Benar Enggak Sih?

Berdasarkan data, sebanyak 33.415 orang di Italia telah meninggal sejak wabah ini muncul 21 Februari 2020. Dengan begitu, Italia menjadi negara yang memiliki angka kematian tertinggi ketiga akibat COVID-19 di dunia. Selain itu, Italia juga memiliki penghitungan global tertinggi keenam dari 233.019 kasus.

Namun, sejak awal Mei, jumlah orang yang infeksi dan angka kematian telah menurun drastis. Oleh sebab itu, Italia telah melonggarkan lockdown dari berberapa waktu lalu. Meski sudah menunjukkan penurunan, beberapa ahli merasa khawatir akan potensi gelombang kedua wabah virus corona.