Menu

Enggak Cuma Bahaya Bagi Kaki, Ini 3 Bagian Tubuh yang Berisiko Ketika Mengenakan High Heels

26 Januari 2020 14:00 WIB
Enggak Cuma Bahaya Bagi Kaki, Ini 3 Bagian Tubuh yang Berisiko Ketika Mengenakan High Heels

Seorang wanita sedang mengenakan stiletto heels. (Unsplash/Amanda Vick)

HerStory, Jakarta —

Sepatu memang menjadi salah satu fashion item yang enggak bisa lepas dari wanita. Memiliki beragam jenis, salah satu yang paling populer adalah sepatu hak tinggi atau heels.

Menurut American Podiatric Medical Association. 71% wanita yang memiliki sepatu hak tinggi mengalami rasa sakit saat memakainya. Ternyata bukan hanya kaki yang bisa terkena dampak negatif dari sepatu hak tinggi. Bagian tubuh lain juga dapat terpengaruh dan itu dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Bagian tubuh mana saja ya?

1. Pinggul

Ketika kamu mengenakan sepatu hak tinggi, tubuh harus menjaga keseimbangannya. Untuk melakukan itu, punggung bawah seakan didorong ke depan menyebabkan penyelarasan pinggul dan tulang belakang berubah. Fleksor pinggul harus selalu dilenturkan untuk menjaga keseimbangan.

Jika kamu sering memakai sepatu hak tinggi untuk jangka waktu yang lama dapat menyebabkan otot-otot ini memendek dan berkontraksi, seiring berjalannya waktu dapat menyebabkan nyeri pinggul.

Baca Juga: Ternyata Bahaya! 5 Tanda Ini Bakal Muncul Kalau Kamu Kebanyakan Minum Air Putih

2. Lutut

Berat badan menjadi bergeser ke arah telapak kaki saat kamu mengenakan sepatu hak tinggi. Karena itu, lutut harus bergerak maju untuk menjaga keseimbangan dan itu membuat lulut mendapatkan tekanan lebih penyebab osteoartritis. Gejala umum yang terjadi termasuk nyeri sendi, kekakuan, dan rentang gerak terbatas.

3. Tulang belakang

Biasanya tulang belakang memiliki lengkungan yang halus. Lengkungan ini dapat mengurangi stres dari gerakan tubuh kamu. Ketika mengenakan sepatu hak tinggi, lengkungan punggung di bagian bawah menjadi berlebihan dan perataan tulang belakang akan bergeser. Hal itu menyebabkan otot terlalu sering digunakan dan sakit punggung.

Perubahan anatomis pada tulang belakang dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan. Sebagai contoh, ada kemungkinan berisiko bagi kondisi saraf tulang belakang yang disebut stenosis foraminal. Ini dapat menyebabkan rasa sakit, kelemahan otot, kejang, dan kram.

Baca Juga: Kembali Work From Office, Yuk Intip Rekomendasi Item Fesyen Untuk ke Kantor!

Baca Juga: Merakyat, Fashion Paula Herhoeven Gandeng Bonge di Citayem Fashion Week Bikin Geleng Kepala!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Nada Saffana