Dua anak balita sedang bermain gadget. (Unsplash/Jelleke Vanooteghem)
3. Terjadi gangguan perkembangan akibat penggunaan gawai berlebihan yang berisiko menimbulkan Attention Deficit Hiperactivity Disorder (ADHD) atau gangguan pemusatan perhatian.
4. Berkurangnya kemampuan anak dalam keputusan.
5. Anak mengalami gangguan mental
Pada survey yang dilakukan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2020, sekitar 79 persen anak menggunakan gawai selama pandemi selain untuk belajar.
Hal ini dikarenakan anak-anak yang pada umumnya senang bermain akan memanfaatkan momen ini untuk menyalurkan kegemaran anak.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.