Menu

Beauty, Jangan Berpikiran Negatif Terus Ya! Bisa Sebabkan Demensia Lho!

Tasha Rainita
08 Juni 2020 14:00 WIB
Beauty, Jangan Berpikiran Negatif Terus Ya! Bisa Sebabkan Demensia Lho!

Ilustrasi wanita. (Unsplash/Edited by HerStory)

HerStory, Jakarta —

Beauty, pasti kamu pernah berpikiran negatif atau negatif thinking terhadap suatu hal. Ternyata, selalu berpikiran negatif itu enggak baik, lho. Kalau kamu terus-menerus berpikiran negatif, itu bisa menyebabkan penyakit. Nah, bahaya banget kan kalau kamu terkena penyakit hanya karena terus berpikiran negatif. 

Menurut sebuah studi terbaru, kebiasaan untuk berpikir negatif bisa menyebabkan penurunan kognitif hingga menimbulkan penyakit alzheimer atau demensia. Hal tersebut dikatakan oleh dr. Natalie Marchant, seorang psikiater dan peneliti senior di departemen kesehatan mental Universitas College London.

Baca Juga: Selain Corona, Ilmuwan Sebut Ada 2 Juta Virus di Tubuh Hewan Mengintai Kesehatan Manusia

Baca Juga: Jangan Berlebihan! Obesitas Hingga Diabetes Intai Kesehatanmu Jika Banyak Konsumsi Gula

Baca Juga: Patut Tahu! Kurangnya Tidur dapat Pengaruhi Kesehatan Mental, Kok Bisa?

Studi tersebut mengukur perilaku berpikir negatif mereka, seperti perenungan tentang masa lalu dan tentang kekhawatiran di masa depan. Hasilnya, orang-orang yang menghabiskan waktu untuk berpikiran negatif memiliki lebih banyak penumpukan tau dan beta amiloid. 

Selain itu, studi ini juga menguji tingkat kecemasan dan depresi. Hasilnya, ditemukan penurunan kognitif yang lebih besar pada orang-orang yang depresi dan cemas.

"Ini adalah studi pertama yang menunjukkan hubungan biologis antara pemikiran negatif berulang dan alzheimer. Hasilnya dapat memberi dokter cara yang lebih tepat untuk menilai risiko dan menawarkan pengobatan yang lebih pribadi," kata dr. Richard Isaacson, Ahli Saraf pendiri Alzheimer's Prevention Clinic di NYork-Presbyterian dan Weill Cornell Medical Center.

Nah, Beauty, mulai sekarang lebih baik kamu selalu berpikiran positif terhadap segala hal. Perasaan yang positif cenderung akan mengarahkan pada kebiasaan kesehatan yang lebih baik.