Anak belajar makan sendiri dengan mengembangkan gerakan pincer grasp atau menggenggam. (freepik/edited by herstory)
Mungkin banyak orang tua yang merasa lelah menghadapi si kecil yang sering membuang atau melempar makanan saat sedang disuapi. Ini merupakan kebiasaaan normal, karena sebagian anak melewati fase melempar makanan di tahun-tahun awal.
Melempar makanan merupakan hasil dari belajar bagaimana mengontrol dan mengoordinasikan makanan, dan mengembangkan keterampilan motorik halus.
Pada bayi usia enam sampai delapan bulan, jarang sekali membuang makanan dengan sengaja. Untuk bayi yang lebih besar (sembilan hingga 12 bulan), itu menjadi latihan dalam mempelajari sebab-akibat.
Ketika si kecil melempar makanan sebaiknya Moms jangan memarahinya. Akan tetapi bukan berarti Moms membiarkan ini begitu saja, dan menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan.
Jadi, cobalah terapkan beberapa tips membantu Si Kecil belajar berhenti menjatuhkan atau melempar makanannya.
Kebanyakan balita suka memilih apa yang mereka konsumsi. Moms dapat memberi Si kecil dua atau tiga pilihan. Ini akan membuat Si Kecil lebih tertarik dengan pilihan makanan mereka. Moms dapat merotasi antara susu, sayuran, dan buah-buahan.
Si Kecil akan merasa sangat dicintai saat Moms memberikan perhatian untuknya. Saat Moms berada di sampingnya, Si Kecil akan makan dan mulai berbicara. Ini bisa menjadi kesempatan baik untuk menanamkan nilai-nilai tertentu dan mencegah potensi perilaku buruk yang mungkin terjadi.
Moms pasti ingin menyediakan makanan sehat untuk Si Kecil. Namun, jangan lupa bahwa Si Kecil gak akan dapat memakan begitu banyak makanan sekaligus. Moms pun perlu menyadari bahwa semakin banyak makanan di piringnya, artinya lebih banyak tenaga untuk beraktivitas.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di Akurat
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.