Mata kering. (Pinterest/Freepik)
Retinopati diabetik diklasifikasikan menjadi dua tahap utama berdasarkan perkembangannya:
Ini adalah tahap awal retinopati diabetik dan terjadi pada kebanyakan penderita diabetes. NPDR dikembangkan ketika pembuluh darah yang memasok retina (dan mata) Anda terhalang. Hal ini menyebabkan mikroaneurisma (tonjolan kecil), perdarahan dan eksudat keras terbentuk di seluruh pembuluh yang tersumbat karena gagal mendorong darah keluar. Pembengkakan dan penyumbatan suplai darah di mata mengakibatkan penglihatan kabur atau buruk.
Ini adalah stadium lanjut dari retinopati diabetik. Begitu penyakit telah berkembang pesat dan sejumlah besar arteri tersumbat, pembuluh darah baru mulai berkembang dari yang tersumbat ini. Hanya saja, mereka adalah pembuluh darah abnormal dan gagal memasok darah ke mata dengan benar, dan malah membocorkan darah dan cairan ke dalam jeli bening bola mata (vitreous humour). Hal ini menyebabkan floaters gelap dan kemudian kehilangan penglihatan.
Retinopati diabetik berkembang dari waktu ke waktu. Pada tahap awal, pasien mungkin asimtomatik (tak ada gejala) dan menunjukkan gejala hanya ketika penyakit telah berkembang jauh.
Penglihatan kabur
Bidang penglihatan yang berfluktuasi
Floaters, yakni garis/bintik gelap yang melayang melewati bidang penglihatan Anda karena pendarahan darah di vitreous humor mata
Kebutaan warna
Penglihatan malam yang buruk
Kebutaan
Usia pasien
Kadar gula darah
Durasi menyandang diabetes
Tekanan Darah Tinggi
Kolesterol Tinggi
Kehamilan
Faktor lain, seperti masa pubertas, merokok, stres oksidatif maupun faktor genetik
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.