Menu

5 Efek Samping Orgasme yang Unik, Bisa Halusinasi dan Sakit Kepala Lho

Cherryn Lagustya
09 Desember 2021 20:10 WIB
5 Efek Samping Orgasme yang Unik, Bisa Halusinasi dan Sakit Kepala Lho

Ilustrasi marital rape (Freepik/somkku9)

HerStory, Bekasi —

Orgasme adalah puncak reaksi seksual yang diterima baik pria maupun wanita. Orgasme bisa juga dikatakan sebagai kesenangan, pelepasan atau kepuasan yang diperoleh dari rangsangan seksual.

Kondisi ini bisa menyebabkan sensasi aneh di seluruh tubuh dan panggul, peningkatan denyut jantung, tekanan darah hingga pernapasan yang lebih berat.

Setiap orang yang melakukan hubungan seks pastinya ingin mengalami orgasme. Karena, orgasme membuat tubuh terasa lebih rileks, bahagia dan tanpa beban.

Tapi dilansir dari News24, banyak yang gak menyadari bahwa orgasme juga bisa menyebabkan beberapa efek samping secara psikologis dan fisiologis.

1. Halusinasi

Dalam beberapa kasus, orgasme bisa membuat seseorang mengalami halusinasi. Hampir 50 persen wanita mengakui mengalami respons seksual berupa halusinasi.

Sebanyak 76 hingga 100 persen merasa sedang terbang ketika orgasme, 24 pernah merasa sedang memasuki dunia kartun, 75 persen merasa telah meninggalkan tubuh dan hingga 24 persen mengalami deja vu.

2. Sakit kepala

Sakit kepala yang disebabkan oleh orgasme termasuk dalam kategori sakit kepala tipe 2, yakni sakit kepala bilateral, eksplosif dan dipicu oleh semacam kegembiraan.

Durasi sakit kepala orgasme dapat berkisar dari beberapa menit hingga tiga jam. Efek samping ini bisa diatasi dengan minum obat anti-migrain atau pra-perawatan dengan propranolol.

3. Kelemahan

Orgasmolepsy adalah kelemahan tubuh mendadak yang terjadi ketika orgasme. Kondisi ini biasanya terjadi sehubungan dengan narkolepsi atau gangguan tidur lainnya.

Gejala biasanya berlangsung kurang dari 30 detik, termasuk hilangnya kontrol otot sepenuhnya. Para peneliti pun belum mengetahui penyebab pastinya.

Tapi, mereka percaya bahwa respons amigdala ditambah dengan defisiensi hipokretin yang terjadi pada narkolepsi mungkin menjadi penyebabnya.

Lihat Sumber Artikel di Suara.com

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.