Diabetes. (Freepik/Edited by HerStory)
Tes ini dilakuan setelah dua jam dari saat diberian 75 gram cairan glukosa dari penyedia layanan kesehatan. Saat melakukan tes ini, seseorang harus berpuasa setidaknya selama 8 jam.
Ts gula darah ini diketahui memiliki hasil yang lebih baik dari tes gula darah puasa. Tapi, biayanya cenderung lebih mahal, ya Moms. Nah, untuk rentang refernsi tes toleransi glukosa ini, yaitu:
Normal: kurang dari 140 mg/dl
Pradiabetes: 140 - 199 mg/dl
Diabetes: 200 mg/dl atau lebih tinggi
Tes tantangan glukosa ini adalah bagian pertama dari pendekatan dua langkah dalam mendiagnosis diabetes gestasional pada ibu hamil. Saat melakukan tes ini, ibu hamil akan diminta menelan 50 gram minuman manis dan darahnya akan diambil setelah satu jam.
Kalau gula darahnya meningkat (lebih dari 140 mg/dl), ibu hamil harus kembali untuk tes toleransi glukosa oral. Pada tes kedua, tes toleransi glukosa akan terdiri dari menelan 100 gram minuman glukosa dan gula darah diuji pada satu, dua, dan tiga jam. Nah, untuk ujian yang kedua ini, ibu hamil harus berpuasa ya Moms.
Tes gula darah sewaktu bisa dilakukan kapanpun tanpa memikirkan waktu makan terakhir. Tapi, tes ini biasanya digunakan ketika seseorang sudah memiliki kondisi yang dicurigai sebagai gejala diabetes. Nah, kalau ditemukan memiliki kadar gula darah lebih dari 200 mg/dl dan memiliki gejala, maka seseorang dapat diagnosis mengidap diabetes.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.