Ilustrasi pandemi yang belum juga usai. (Pinterest/Freepik)
Para ahli juga telah melaporkan lonjakan masalah yang berhubungan dengan jantung dan hati selama fase ini. Sebagian besar kasus disebabkan oleh kenaikan berat badan, stres, agitasi, kurangnya aktivitas fisik.
Kondisi kulit seperti rosacea, eksim dan psoriasis juga memburuk selama masa stres ini. Bagi sebagian orang, hal itu karena stres yang berlebihan, sedangkan bagi sebagian orang lainnya karena mencuci tangan secara berlebihan untuk menjaga kebersihan.
Mencuci tangan secara berlebihan menghilangkan minyak alami kulit yang menyebabkan kulit kering dan iritasi. Mengenakan masker sepanjang waktu juga menyebabkan wajah berjerawat yang disebut maskin.
Masalah kenaikan berat badan dan obesitas juga meningkat selama pandemi. Duduk di rumah, kurang aktivitas fisik, dan makan berlebihan karena stres dan kebosanan, semuanya menyebabkan fluktuasi timbangan. Studi menunjukkan bahwa selama pandemi rata-rata orang naik sekitar 7 hingga 10 kilogram.
Lalu, apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi efeknya?
Dr Shah menyarankan bahwa salah satu cara termudah untuk meningkatkan kesehatan adalah dengan menjalani hidup sesuai dengan ritme sirkadian. Itu berarti tidur tepat waktu, makan tepat waktu, dan mempraktikkan kebiasaan sehat.
Dia mengatakan bahwa ini mungkin terlihat kecil, tetapi dapat berdampak besar pada kesehatan.
Semoga informasinya bermanfaat ya!
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.