Ilustrasi donor darah. (Unsplash/Edited by HerStory)
Kita mengenal golongan darah terbagi menjadi empat, yaitu A, B, AB, dan O. Tapi kalau dibagi menjadi sistemnya, ternyata golongan darah hanya terbagi menjadi dua, yaitu sistem ABO dan sistem Rhesus.
Sistem ABO menjadi sistem yang paling sering digunakan dalam golongan darah. Namun bukan berarti sistem golongan darah yang lain gak penting, ya Moms. Ini perbedaannya.
Sistem golongan darah ABO ditemukan oleh ilmuwan Karl Landsteiner. Pada sistem ABO ini, golongan darah ditentukan oleh aglutinogen dan aglutinin.
Aglutinogen adalah jenis protein yang dapat menggumpal (aglutinasi) dan terdapat pada eritrosit. Sedangkan aglutinin adalah jenis serum antibodi yang bisa menggumpalkan aglutinogen. Aglutinin ini terdapat pada plasma darah, Moms.
Baca Juga: Jenis Makanan yang Harus Dihindari Pemilik Golongan Darah B, Dijamin Sehat Lahir Batin!
Nah, baik aglutinogen atau pun aglutinin terbagi menjadi dua jenis. Aglutinogen terbagi menjadi aglutinogen A dan aglutinogen B. Sedangkan aglutinin terbagi menjadi ? dan ?. Untuk aglutinin ? menggumpalkan aglutinogen A dan aglutinin ? menggumpalkan B.
Golongan darah O dikenal sebagai golongan darah yang dermawan, karena bisa mendonorkan dara ke seluruh golongan darah. Tapi golongan darah O hanya bisa menerima transfusi dari golongan O saja, ni Moms.
Sedangkan golongan darah AB adalah resipien universal, artinya bisa menerima transfusi darah dari golongan darah apapun, tapi hanya bisa mendonor untuk AB saja.
Sistem rhesus terbagi menjadi dua, yaitu rhesus positif dan rhesus negatif. Pada golongan darah dengan rhesus positif terdapat aglutinogen atau antigen tapi tidak memiliki aglutinin atau antibodi. Sedangkan pada rhesus negatif sebaliknya.
Karenanya, rhesus positif tidak bisa memberikan darahnya ke rhesus negatif karena akan terjadi penggumpalan antigen donor oleh antibodi resipien. Namun sebaliknya, rhesus negatif tetap bisa mendonorkan darahnya ke rhesus positif.
Baca Juga: Oh, Jadi Ini Diet Ampuh untuk Golongan Darah A, Simak Yuk!
Perlu Moms pahami juga bagaimana kalau seseorang yang menikah dengan seseorang yang memiliki rhesus berbeda. Nah, apabila seorang perempuan engan rhesus negatif menikah dengan laki-laki dengan rhesus positif, maka ketika perempuan tersebut mengandung anak rhesus positif untuk pertama kalinya maka tidak akan terjadi apapun pada bayinya.
Lain halnya kalau perempuan tersebut mengandung dengan rhesus positif untuk kedua kalinya, bisa jadi akan terjadi Eritroblastosis fetalis pada bayi karena antibodi ibu yang sudah terbentuk aan menggumpalkan antigen pada darah bayi. Akibatnya, antibodi ibu akan memakan darah bayi dan bayi yang dilahirkan akan mengalami anemia akut.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di Suara.com
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.