Beauty, kamu pasti sudah mengetahui bahwa golongan darah ternyata bisa jadi salah satu faktor seseorang berisiko terinfeksi virus corona. Hal tersebut diungkapkan melalui penelitian yang dilakukan bulan April lalu oleh perusahaan pengujian genetik 23andMe.

Para ilmuwan mulai menggunakan layanan pengujian yang disediakan oleh perusahaan bioteknologi 23andMe memahami bagaimana genetika dapat berperan dalam risiko seseorang terinfeksi COVID-19 hingga menyebabkan infeksi yang serius, sementara yang lain hanya menunjukkan gejala ringan atau sedang hingga tidak memiliki gejala sama sekali.

Baca Juga: Penelitian: Golongan Darah A Lebih Berisiko Alami Gejala Corona Parah

Melansir Fox News pada Senin (8/6/2020) perusahaan merilis hasil awal dari penelitian yang melibatkan lebih dari 750.000 peserta.

"Data awal dari studi genetik COVID-19 23andMe yang sedang berlangsung tampaknya memberikan lebih banyak bukti betapa golongan darah yang ditentukan oleh gen ABO seseorang sangat berpengaruh dengan tingkat ketahanan tubuh terhadap virus," kata perusahaan itu.

Hal yang perlu diketahui adalah orang-orang yang memiliki golongan darah O diketahui lebih kebal saat menghadapi COVID-19. Bahkan, hasil awal penelitian menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah O, 9-18% lebih kecil untuk terinfeksi COVID-19 bila dibandingkan dengan golongan darah lainnya.

Penelitian: Orang yang Bergolongan Darah A Lebih Rentan Terjangkit Virus Corona, Kok Bisa?

"Temuan falid ketika disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, etnis, dan komorbiditas. Tampaknya ada sedikit perbedaan dalam ketahanan tubuh menghadapi virus di antara golongan darah lainnya," kata keterangan tersebut.

Hasil awal penelitian ini sejalan dengan penelitian lain yang telah mengamati bagaimana golongan darah seseorang dapat berperan dalam kerentanan virus. Sebagai contoh, sebuah penelitian di Cina yang diterbitkan pada bulan Maret juga menemukan bahwa mereka yang memiliki darah tipe O mungkin lebih resisten terhadap SARS-CoV-2 (virus penyebab COVID-19) sedangkan mereka yang memiliki darah tipe A mungkin lebih berisiko terinfeksi.