Si kecil yang sedang memanjat. (Unsplah/Alexander Dummer)
Penting bagi orang tua untuk mengawasi anak ketika bermain. Pasalnya, ada beberapa aktivitas yang mungkin sangat disukai anak, tapi kenyataannya malah menyimpan bahaya potensial bagi mereka.
Hal ini menyadarkan para orang tua, bahwa anak-anak, terutama balita sangat amat membutuhkan pengawasan dan perhatian, selama 24 jam. Nah, berikut 6 aktivitas yang harus dihindari anak atau butuh perhatian ekstra orang tua seperti dilansir dari Bright Side.
Ada banyak keuntungan bagi anak-anak yang berlatih olahraga, tetapi ada juga daftar olahraga yang berpotensi berbahaya bagi mereka.
Apa saja? Seperti yang disarankan oleh ahli patologi forensik Dr. Bennet Omalu, enam besar olahraga yang sebaiknya dihindari anak ialah sepak bola, hoki es, seni bela diri campuran, tinju, gulat, dan rugby. Selama olahraga ini, seorang anak menerima beberapa pukulan ke kepala yang membuat mereka berisiko mengalami kerusakan otak menurut para ilmuwan saraf.
Juga, aktivitas berdampak tinggi dapat menyebabkan kompresi tulang belakang dan hiperekstensi punggung yang signifikan yang dapat menyebabkan cedera serius. Keterlibatan berulang dalam olahraga ini dapat memperburuk skoliosis dari waktu ke waktu. Berjongkok, mengangkat beban di atas kepala, pendaratan keras dan lari jarak jauh harus dihindari.
Posisi W adalah cara yang sangat umum yang dipilih anak-anak ketika bermain di lantai terutama karena nyaman bagi mereka. Namun, nyatanya ini mungkin posisi yang paling berbahaya bagi anak-anak dan dokter menyarankan orang tua untuk mencegah anak-anak mereka duduk seperti ini.
Ahli osteopati Avni Trivedi menyatakan bahwa posisi ini telah menjadi "epidemi kesehatan baru" yang dapat sangat berdampak pada perkembangan anak di sendi kaki dan tulang pinggul, melemahkan otot-otot trunkus mereka, dan memberikan tekanan ekstra pada punggung, leher dan bahu.
Kebanyakan orang tua berpikir bahwa ketika mereka berada di taman bermain dengan anak-anak mereka, lebih aman untuk turun seluncuran dengan anak di pangkuan. Padahal sebenarnya, ini cukup berbahaya yang dapat menyebabkan patah kaki pada anak-anak.
Seperti yang dijelaskan oleh dokter anak, Dr. Diane Arnaout, berat badan orang tua mendorong semuanya ke bawah dengan kecepatan yang lebih tinggi, sehingga jika bagian dari sepatu atau lengan anak menjulur keluar dari slide, kaki atau lengannya dapat berputar dan patah.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di Suara.com
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.