Bayi menangis. (Freepik/Edited by HerStory)
Bayi merupakan golongan usia yang paling rentan terkena batuk rejan (pertusis) atau yang lebih populer dikenal dengan batuk seratus hari. Selain batuk berkepanjangan, batuk rejan juga ditandai dengan tarikan napas yang mengeluarkan suara bernada tinggi “whoop” atau mengi (berbunyi ngik ngik). Batuk pada bayi ini disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis yang menginfeksi saluran pernapasan.
Gejalanya yang muncul dapat berupa panas, demam, adanya ingus di dalam hidung. Bakteri ini biasa menjangkiti bayi berusia enam bulan hingga tiga tahun. Saat mengalami batuk ini, bayi juga berpotensi untuk terkena komplikasi yang menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti paru-paru basah pneumonia, epilesi, dan pendarahan pada otak.
Karena disebabkan oleh bakteri, maka batuk rejan dapat diatasi dengan mengonsumsi antibiotik, yakni erythromycin, tentunya melalui resep khusus dari dokter. Tindakan pencegahan dari dini seperti memberikan vaksin DTap juga bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penularan batuk rejan.
Banyak hal yang dapat menjadi faktor pemicu terjadinya penyempitan di saluran pernapasan, termasuk polusi dan iritan yang berasal dari lingkungan sekitar. Kondisi ini dapat mengarah pada infeksi saluran pernapasan yang dinakaman bronkiolitis yang biasanya dialami bayi berusia sekitar satu tahun. Jika infeksi semakin parah, bronkiolitis dapat mengancam keselamatan jiwa si kecil.
Selain itu, batuk pada bayi ini juga bisa disebabkan oleh cuaca yang dingin. Hal ini terjadi karena saluran udara kecil ke paru-paru terinfeksi dan berlendir. Bayi menjadi kesulitan bernapas. Gejala yang muncul berupa adanya ingus di dalam hidung, batuk kering, kehilangan selera makan. Lama-lama akan mengakibatkan pilek, infeksi telinga, batuk croup, dan pneumonia.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di Suara.com
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.