Ilustrasi telur setengah matang (Itstime/Edited by HerStory)
Asupan nutrisi yang baik diperlukan agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Salah atu asupan penting yang dibuuhakn tubuh adalah protein. Nah, telur menjadi salah satu sumber protein hewani yang murah dan mudah didapat, serta bergizi karena mengandung asam amino esensial lengkap.
Pasalnya, satu buah telur mengandung 77 kkal terdiri dari protein sekitar 6 gram danlemak total 5,3 gram. Untuk mengolahnya pun cukup mudah, ya Moms. Termasuk diolah setengah matang.
Telur utuh dapat mengandung bakteri yang disebut Samonella, yaitu bakteri yang masuk ke dalam telur melalui kulit telur yang retak. Nah, anak usia balita 4 kali lipat lebih berisiko mengalami gejala keracunan makanan, berupa salmonellosis dibandingkang dengan orang dewasa yang mengonsumsi telur setengah matang.
Baca Juga: 8 Makanan dan Minuman yang Bisa Picu Batu Ginjal, Ada Daging dan Telur!
Bahkan, tak hanya telur setengah matang biasa, tapi masakan yang mengandung telur yang dimasak setengah matang, seperti himmade mayonnaise, tiramisu, da mousse juga berisiko menimbulkan Salmonellosis, lho Moms. Agar terhindar dari Salmonellosis, berikut tips terkait konsumsi telur yang perlu diperhatikan, yaitu:
Bagian putih dan kuning telur, maka masakan harus dimasak hingga mencapai suhu minimal 71 derajat Celcius. Telur yang dimasak hingga matang tidak kehilangan kandungan nutrisinya, bahkan telur yang sudah matangtersebut lebih mudah dicerna oleh saluran cerna anak.
Telur yang sudah matang harus dikonsumsi segera dan tidak dibiarkan dalam suhu ruang lebih dari 2 jam untuk menghindari kontaminasi kuman.
Baca Juga: 4 Risiko Berbahaya yang Akan Mengintai Penderita Diabetes Karena Makan Telur Asin, Ngeri!
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.