ilustrasi toxic parent (pinterest/edited by herstory)
Saat berbicara dengan seorang anak, penting untuk mengetahui dan menyadari kata-kata yang Kamu gunakan. Dengan menggunakan frasa seperti 'Kamu tidak pernah melakukan ini' atau 'Kamu selalu menunjukkan perilaku seperti itu' meninggalkan sedikit atau gak ada ruang bagi anak untuk berubah atau meningkat.
Dia merasa bahwa orangtuanya telah memutuskan anak seperti apa dia dan dengan demikian, tidak berusaha untuk berubah. Jangan menyamaratakan perilakunya, atasi sesuai dengan situasinya.
Misalnya, Kamu dapat mengatakan, 'Kamu tampaknya marah ketika Kamu gak menemukan barang-barangmu' atau 'Kamu harus meletakkan barang-barangmu di tempat seperti yang saya jelaskan terakhir kali,’ ketika dia melakukan kesalahan yang sama terakhir kali.
Ini mungkin cara untuk melindungi anakmu, tetapi ini bisa menjadi racun baginya. Jika dia masih muda, melakukan segalanya untuk sang buah hati justu dapat membuatnya malas atau tergantung padamu.
Jika dia sudah dewasa, Kamu mungkin membuatnya merasa tidak kompeten jika terus melakukan segalanya untuknya. Biarkan dia mengambil langkahnya sendiri dan mendukung di mana pun ia butuhkan. Melakukan segalanya untuk anakmu dapat mencegahnya mengembangkan keterampilan penting. Satu-satunya hal yang harus Kamu pastikan adalah bahwa mereka memiliki tugas sesuai usia yang harus dilakukan.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di Akurat
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.