Pasangan yang sedang berpelukan. (Unsplash/Candice Picard)
Profesor Paul Dolan juga mengklaim dalam bukunya, Happy Ever After: Escaping The Myth of the Perfect Life, bahwa pria lebih diuntungkan dalam pernikahan daripada wanita. Wanita yang sudah menikah hidup di bawah tekanan dan memicu stres, sementara pria yang sudah menikah justru akan memperpanjang umurnya.
Ini membuktikan bahwa pasangan benar-benar dapat meningkatkan hubungan mereka jika mereka sama-sama memperhatikan kebutuhan satu sama lain selama masa sakit dan saat-saat sulit. Masing-masing pasangan perlu menunjukkan perhatian dan rasa cinta untuk hidup bahagia bersama.
Kesimpulan dari penelitian ini mungkin enggak mengejutkan bagi sebagian orang. Tingkat kebahagiaan seorang suami enggak memiliki dampak yang sama pada kualitas pernikahan, sementara bagi seorang istri, perasaan tidak bahagia bisa sangat merusak hubungan mereka.
Jadi, istri bahagia, hidup bahagia. Jika ingin pernikahan sukses dan bahagia, seorang istri perlu dibuat senang. Ketika senang, tentu istri akan lebih semangat dan termotivasi untuk mengurus banyak hal pekerjaan rumah tangga.
Jika kamu enggak bahagia, jangan sungkan untuk memberi tahu pasangan dan bekerja sama untuk membuat perubahan menjadi lebih baik.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.