Ilustrasi perceraian. (Pinterest/freepik)
Stereotip gender membuat beberapa orang percaya bahwa wanita adalah kaum yang lebih bersemangat untuk menikah. Namun menurut data, wanita juga lebih mungkin untuk menggugat cerai lho.
Ya, penelitian demi penelitian telah membuktikan bahwa wanita memulai perceraian jauh lebih banyak daripada pria saat ini. Menjalin hubungan pernikahan memang enggak jauh dari soal perceraian. Menurut beberapa survei membuktikan bahwa sebagian besar masyarakat dunia setuju bahwa 50% pernikahan berakhir dengan perceraian. Wah, besar banget kemungkinannya ya!
Menurut penelitian 2015 dari American Sociological Association (ASA), hampir 70% perceraian dilakukan oleh wanita. Lantas apa sih penyebab perceraian yang terjadi dalam hubungan pernikahan?
Sebuah penelitian besar dari Universitas Harvard mengungkapkan bahwa alasan utama wanita menceraikan suami mereka adalah karena kurangnya pekerjaan, pria yang tak bekerja memiliki peluang 3,3% untuk diceraikan.
Penelitian ini juga memperhitungkan sejumlah faktor hubungan lain seperti tanggung jawab rumah tangga, ketergantungan ekonomi, dan keuangan, namun hasil yang paling unggul adalah status pekerjaan suami.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.