Beauty, kamu tahu enggak ternyata orang yang terinfeksi corona jadi berisiko alami diabetes lho. Hal tersebut diungkapkan melalui penelitian yang menyebut pasien dengan COVID-19 mungkin memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah gula darah.

Penelitian tersebut diterbitkan dalam New England Journal of Medicine. Dalam penelitian ditunjukkan bahwa kehadiran virus menyebabkan perubahan dalam tubuh yang mempengaruhi fungsi insulin yang jadi penentu kadar gula darah.

Baca Juga: Penelitian: Pasien Corona yang Memiliki Riwayat Diabetes Risiko Kematiannya Lebih Tinggi, Ini Penjelasan Ahli

Para peneliti mengeluarkan laporan sebagai bagian dari Proyek CoviDIAB. Berdasarkan laporan dari Popular Science, para peneliti mengumpulkan data orang-orang yang menderita diabetes setelah tertular COVID-19.

"Mengingat sejarah kontak manusia yang sangat singkat dengan COVID-19, registri ini akan dengan cepat membantu kami memahami bagaimana diabetes yang berhubungan dengan COVID-19 berkembang, sejarah alaminya dan manajemennya," menurut situs web proyek tersebut.

Menurut Jeffrey Mechanick, seorang profesor kedokteran di Gunung Sinai, dalam banyak kasus, pasien yang tidak memiliki riwayat diabetes dideteksi mengalami hiperglikemia berat atau gula darah tinggi. Dengan begini, para peneliti percaya bahwa pasien mengalami masalah gula darah karena virus corona berikatan dengan sel.

Baca Juga: Penelitian: Golongan Darah A Lebih Berisiko Alami Gejala Corona Parah

"Virus ini berikatan dengan protein yang disebut reseptor ACE2, dan protein ini pada dasarnya seperti lubang kunci bagi virus untuk memasuki sel," Francesco Rubino, salah satu penulis dan profesor bedah metabolisme dan bariatrik di King's College London.

"Reseptor ACE2 banyak terdapat di paru-paru. Tetapi pankreas, jaringan lemak, usus kecil, hati dan ginjal juga memiliki protein, yang semuanya memainkan peran penting dalam metabolisme gula," sambung Rubino.

Namun, diabetes yang disebabkan oleh COVID-19 hanya muncul sementara. Banyak pasien yang berhenti mengalami masalah gula darah setelah mereka pulih dari infeksi virus corona. Para peneliti belum sepenuhnya memahami bagaimana COVID-19 secara langsung memicu diabetes sementara.