Ilustrasi anak menderita asma dan diberi tindakan inhalasi nebulisasi (HerStory/Riana)
Sebelumnya, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) juga telah memberikan rekomendasi terkait pemberian vaksin Sinovac. Terutama untuk menentukan apakah orang yang punya penyakit asma boleh vaksin Covid-19 atau tidak.
Dalam keterangan resmi PAPDI, orang atau anak dengan asma bronkial yang terkontrol boleh menerima vaksin Covid-19. Namun, jika dia dalam keadaan asma akut, disarankan untuk menunda vaksinasi sampai kondisinya terkontrol dengan baik.
Lebih lanjut,dr. Tina pun mengatakan bahwa jika anak sedang mengalami gejala demam, batuk, dan flu, pun tidak disarankan untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19. Bahkan, alangkah lebih baik jika anak tersebut istirahat saja dan tidak datang ke lokasi vaksin meskipun hanya gejala flu sangat ringan.
“Kalau kita ngomong tentang persiapan vaksin ya, kan ada persiapan si anak,. Ada lagi sebelum vaksin, dan pada saat vaksinasi itu ada skrining. Jadi pada kondisi apa anak ditunda untuk vaksinasi, salah satunya demam. Jadi kalau demam, tunda dulu ya supaya nanti antibodi yang ditimbulan bisa optimal. Jangan kemudian lagi demam terus si anak diminumin obat biar gak demam dan biar bisa divaksin, jangan. Justru biarkan dulu sembuh, sehingga reaksi badannya anak terhadap vaksinasi ini bisa optimal gitu. Gak cuma demam, yang pasti anak yang sedang batuk, pilek, nyeri tenggorokan, itu sebaiknya ditunda dulu. Berapa lama? Itu sampai dia sembuh total, atau berkisar 1-2 minggu,” jelas dr. Tina.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.