Anak yang sedang divaksin. (Pinterest/Freepik)
Lebih lanjut, dr. Tina juga bilang, tak hanya memperhatikan keadaan fisik, para orang tua juga harus mempersiapkan kondisi mental anak. Karenanya, orang tua pun diimbau dapat memberikan pemahaman mengenai tujuan dari vaksinasi Covid-19.
“Kalau kita ngomong persiapan anak, anak pasti udah biasa divaksin. Jadi mereka sebenarnya udah tahu nih kalau vaksin itu gimana. Tapi pastiin kalau sebelum vaksinasi itu mereka jangan dibohongin. Jangan bilang ‘nanti gak disuntik kok’. Bilang aja, ‘Mama Papa nanti bakal temenin kamu, kamu nanti bisa Mama pangku. Kamu akan diberikan vaksinasi, nah vaksinasi itu biar sehat lho, supaya kita terlindungi’. Anak jangan dibohongin, apalagi kalau dia ngerti ya, nanti vaksin keduanya akan lebih resisten, akan lebih teriak-teriak. Berikanlah penjelasan sesuai umur. Lalu, anak yang dengan komorbid sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu. Kemudian, usahakan juga anak dipakaikan baju yang gampang dibuka. Lalu, pastiin juga tanggal vaksinnya dengan benar, jangan sampai salah tanggal. Lalu, berikan juga keterangan medis kepada petugas kesehatan. Dan perlu diingat anak itu kritis, jawab setiap pertanyaannya dengan sabar dan baik. Kemudian, kalau saat vaksin, kalau mau bawa buku vaksin boleh banget ya,” beber dr. Tina.
Selanjutnya, dr. Tina pun mewanti-wanti orang tua agar tak memaksa anak untuk vaksinasi Covid-19. Kenyataannya memang tak sedikit anak-anak yang memiliki ketakutan terhadap jarum suntik. Dan hal ini membuat banyak dari mereka yang menolak bahkan menangis saat disuntik untuk imunisasi.
Alih-alih memaksa, orang tua sebaiknya menenangkan anak sampai dia mau untuk vaksin, bujuk dengan perlahan agar anak mau disuntik vaksin, dan berikan informasi tentang manfaat vaksin Covid-19 kepada anak dengan bahasa yang sederhana.
“Jadi salah satu persiapan yang dilakukan oleh orang tua untuk anak adalah persiapan untuk biopsychosocial sebelum divaksinasi. Jadi pastiin anak tenang, lebih bagus kalau vaksinasinya berbarengan dengan teman-temannya, itu akan membantu psikis dia juga. Dampingi anak juga sangat penting, jangan biarkan dia vaksin sendiri. Kalau dia ketakutan banget untuk disuntik, kita bisa pakai anastesi agent juga ya, itu ada salep untuk ngurangin nyeri,” terang dr. Tina.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.