Menu

Kenali Kehamilan Ektopik Langka, Janin Tumbuh di Hati Bukan di Rahim

Noorma Amalia Siregar
12 Januari 2022 09:30 WIB
Kenali Kehamilan Ektopik Langka, Janin Tumbuh di Hati Bukan di Rahim

Ibu hamil. (Freepik/senivpetro)

HerStory, Medan —

Pada umumnya janin tumbuh di rahim wanita. Namun, ada kondisi yang dialami seorang wanita asal Kanada yang mana calon anaknya berkembang di hati.

Kasus ini sebenarnya tercatat pada laporan medis di tahun 2012. Namun, kasus ini kembali viral usai dibahas di media sosial beberapa waktu lalu.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa seorang wanita 33 tahun memeriksakan diri ke klinik setelah mengalami pendarahan menstruasi selama 14 hari berturut-turut. Kondisi ini terjadi pada 49 hari setelah periode menstruasi terakhirnya, lapor New York Post.

"Apa yang mereka temukan adalah janin di dalam hati," ujar dokter anak Michael Narvey, kreator konten TikTok.

Kondisi ini adalah kehamilan ektopik yang langka. Menurut laporan dari Mayo Clinic, kehamilan ektopik merupakan sel telur yang dibuahi tertanam dan tumbuh di luar rongga utama rahim.

Gejalanya bisa berupa pendarahan vagina, nyeri panggul dan perut, yang umumnya meningkat seiring pertumbuhan janin.

Dokter Narvey menjelaskan bahwa biasanya kehamilan ektopik terjadi di tuba fallopi, dan dalam kasus yang jarang terjadi, dapat meninggalkan sel telur dan menempel di dinding perut. Namun, kasus wanita ini lebih jarang terjadi.

"Kadang-kadang kami melihat ini di area perut, tidak pernah di hati. Ini pertama kalinya untukku," kata Narvey, yang bekerja di Institut Penelitian Rumah Sakit Anak Manitoba.

Kejadian medis ini terbukti berbahaya bagi ibu dan janin karena embrio jarang dapat berkembang dengan baik di luar rahim. Sementara dokter dapat menyelamatkan nyawa sang ibu, mereka tidak dapat menyelamatkan sang janin, menurut laporan.

Lihat Sumber Artikel di Suara.com

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.