Suplemen. (pinterest/freepik)
Namun, saat melakukan penelitian di New York, tim peneliti menemukan bahwa antioksidan ini mengganggu tubuh melawan kolesterol yang meruxak.
Dokter Edward Fisher, direktur Pusat Perawatan dan Penelitian Lippid di NYU Medical Center, mengatakan penelitiannya adalah yang pertama untuk mendokumentasikan hubungan antara vitamin antioksidan dan kolesterol VLDL.
"Tampaknya vitamin antioksidan berpotensi berbahaya bagi jantung berdasarkan kemampuannya untuk meningkatkan sekresi VDLD di sel hati dan pada tikus yang kami pelajari," ujarnya.
Namun, dia menambahkan bahwa penelitian lebih lanjut masih sangat diperlukan untuk mendukung temuan tersebut.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.