Ilustrasi kolesterol dalam tubuh. (National Institue on Aging/Edited by herstory)
Kolesterol tinggi, itu sesuatu yang kamu dapatkan dari makan terlalu banyak steak, telur, dan mentega, bukan? Ternyata salah, Beauty.
Banyak faktor yang dapat menyebabkan kolesterol darah tinggi yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Contohnya, kebiasaan sehari-hari yang gak pernah sekalipun kamu kaitkan dengan penanda kesehatan kritis itu. Oleh karena itu, ketika mengetahui bahwa kadar kolesterol dalam tubuh terlampau tinggi, kamu perlu waspada dan segera menurunkannya.
Selain mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter, kolesterol tinggi juga bisa diturunkan secara alami, yaitu dengan mengubah gaya hidup dan meningkatkannya dengan satu tambahan sederhana pada rutinitas yang belum pernah kamu dengar sebelumnya. Apa saja?
Dikutip dari Eat This, Jumat (14/1/2022), berikut ulasannya, Beauty!
Jika kamu tidak secara otomatis mengasosiasikan alkohol dengan kadar kolesterol darah, kamu tidak sendirian. Tetapi penelitian menunjukkan ada korelasi besar: minum alcohol berlebihan secara teratur dapat meningkatkan kadar trigliserida (sejenis lemak dalam darah) sambil meningkatkan kolesterol LDL ("jahat") dan menurunkan kolesterol HDL ("baik").
Semua itu bisa menjadi berita yang sangat buruk bagi jantungmu Beauty, dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Untuk membantu menjaga kolesterolmu dalam kisaran yang sehat, minumlah hanya dalam jumlah sedang, artinya tidak lebih dari dua gelas sehari untuk pria, atau satu gelas setiap hari untuk wanita—atau tidak sama sekali.
Banyak orang mengasosiasikan kadar kolesterol sepenuhnya dengan diet dan tidak mempertimbangkan faktor lain. Itu kesalahan.
Olahraga dapat membantu meningkatkan HDL, kolesterol baik, sehingga membantu menghilangkan kolesterol LDL yang berbahaya.
"Latihan aerobik yang berulang dan melatih banyak kelompok otot, adalah latihan terbaik untuk mengurangi kolesterol," kata Cleveland Clinic.
Para ahli merekomendasikan untuk melakukan setidaknya 150 menit latihan intensitas sedang setiap minggu, idealnya dilakukan sepanjang minggu.
Merokok tidak hanya buruk bagi paru-parumu, Beauty. Kebiasaan tersebut justru meningkatkan kolesterol jahat dan trigliserida, sekaligus menurunkan kolesterol baik.
Racun dalam tembakau juga merusak dinding pembuluh darah, yang berkontribusi terhadap aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah) dan "sangat meningkatkan risiko penyakit jantung," kata CDC.
Diperkirakan, bahwa merokok menyebabkan satu dari setiap empat kematian akibat penyakit kardiovaskular. Ingat, berhenti merokok, dapat memangkas risiko, Beauty.
Kelebihan berat badan (memiliki BMI lebih dari 25) atau obesitas (BMI lebih dari 30) meningkatkan jumlah kolesterol LDL (jahat) dalam darah.
"Kelebihan lemak tubuh mempengaruhi bagaimana tubuh Anda menggunakan kolesterol dan memperlambat kemampuan tubuh Anda untuk menghilangkan kolesterol LDL dari darah Anda. Kombinasi ini meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke," kata CDC.
Makan makanan yang tinggi lemak jenuh dan lemak trans dapat menyebabkan tingkat kolesterol tinggi. Adapun, rekomendasi CDC untuk makan sehat adalah batasi makanan tinggi lemak jenuh, natrium, lemak trans dan gula tambahan; tambahkan lebih banyak makanan yang tinggi serat dan lemak tak jenuh yang sehat.
Mungkin trik yang paling tak diketahui namun telah terbukti menurunkan kolesterol adalah menambahkan protein whey ke rutinitas harianmu, Beauty.
"Penelitian telah menunjukkan bahwa protein whey yang diberikan sebagai suplemen menurunkan kolesterol LDL dan kolesterol total serta tekanan darah," kata Mayo Clinic.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.