Menu

Banyak Minum Susu Saat Hamil, Aman Gak Ya?

Cherryn Lagustya
14 Januari 2022 17:00 WIB
Banyak Minum Susu Saat Hamil, Aman Gak Ya?

Wanita hamil (Freepik.com/drobotdean)

HerStory, Bekasi —

Ibu hamil perlu memerhatikan segala sesuatu yang dikonsumsinya. Asupan nutrisi sangat dibutuhkan selama masa kehamilan. Hal ini karena nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan janin, serta persiapan organ sang ibu saat mengandung, melahirkan, dan menyusui. 

Kebutuhan setiap jenis nutrisi semakin meningkat di masa kehamilan. Oleh sebab itu, banyak bumil berupaya memastikan kebutuhan nutrisinya terpenuhi dengan minum susu. Selain membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, susu juga bisa membantu mencapai berat badan ideal dan sehat saat hamil.

Akan tetapi, bumil tidak boleh hanya mengandalkan susu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, dan melupakan asupan makanan lainnya. Sebuah peneliti di Selandia Baru yang dipublikasikan dalam edisi Medical Journal menyatakan jika bumil yang minum susu secara berlebihan membuat bayinya berisiko mengalami kekurangan zat besi selama fase penting perkembangan.

Pasalnya, susu umumnya hanya mengandung sedikit zat besi. Jadi, hanya mengandalkan susu tidak akan memenuhi kebutuhan zat besi bumil. 

Selain itu, susu juga cenderung mengenyangkan, sehingga konsumsi berlebihan akan membuat bumil tidak ingin makanan lain, yang kaya zat besi. 

"Sementara susu merupakan sumber kalsium yang penting, tapi sumber zat besi yang buruk. Susu juga cukup mengenyangkan sehingga dapat mengurangi nafsu makan untuk makanan lain yang merupakan sumber zat besi yang lebih baik," kata dokter anak Cameron Grant, sebagaimana dikutip Akurat.co.

Adapun zat besi sangat penting untuk perkembangan otak yang sehat. Kekurangan zat besi pada bayi, terutama ketika otak sedang berkembang pesat dapat mempengaruhi fungsi, perilaku, dan kemampuan belajarnya.

“Wanita hamil yang kekurangan zat besi lebih cenderung mengalami persalinan prematur atau melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Mereka juga lebih cenderung kekurangan zat besi saat menyusui," imbuhnya. 

Untuk penelitian tersebut, peneliti memeriksa sampel darah tali pusat yang diambil dari 131 anak. Ditemukan bahwa tujuh persen bayi baru lahir di Selandia Baru kekurangan zat besi dan yang menunjukkan bahwa simpanan zat besi lebih rendah pada bayi yang ibunya mengonsumsi susu dalam jumlah lebih banyak selama kehamilan.

“Alternatifnya adalah meningkatkan kandungan gizi susu yang dikonsumsi calon ibu agar ibu dan anak tetap sehat,” ujarnya.

Ingat, para peneliti tidak melarang untuk minum susu, tetapi merekomendasikan bumil juga mengonsumsi makanan sehat dan seimbang untuk memastikan kebutuhan nutrisi lain terpenuhi, termasuk zat besi. Bumil bisa mendapatkannya zat besi melalui daging merah dan sayuran hijau dengan suplemen vitamin C untuk membantu penyerapan.

Adapun USDA (United States Department of Agriculture) merekomendasikan bumil untuk mengonsumsi setidaknya tiga cangkir susu atau produk susu lainnya setiap hari.

Lihat Sumber Artikel di Akurat

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Akurat.