Ilustrasi seorang perempuan minum susu (Pexel/Cottonbro)
Bahaya kolagen selanjutnya adalah berpotensi meningkatkan kadar kalsium yang dapat menyebabkan hiperkalsemia. Kondisi ini bisa memicu konstipasi, kelelahan, mual, muntah, dan nyeri tulang.
Hiperkalsemia dapat terjadi jika kamu mengonsumsi tablet kolagen yang terbuat dari sumber-sumber laut berkalsium tinggi, misalnya kerang.
Beberapa jenis kolagen bisa saja memiliki bahan dasar yang dapat memicu alergi, seperti telur, kerang, atau ikan laut.
Adanya senyawa ini pada produk perawatan kulit dapat menyebabkan efek samping kolagen bagi wajah, seperti ruam, kemerahan, dan gatal-gatal. Reaksi alergi yang kuat akibat konsumsi kolagen bahkan bisa mengancam jiwa.
Suasana hati yang kacau juga dapat menjadi salah satu efek samping kolagen. Kondisi ini bisa terjadi karena kolagen mampu memicu defisit triptofan yang berimbas pada turunnya kadar hormon serotonin atau hormon kebahagiaan.
Penurunan kadar hormon serotonin dapat membuat kamu merasa gugup, lekas marah, cemas, hingga depresi.
Itulah beberapa efek samping yang ditimbulkan jika terlalu banyak mengonsumsi kolagen.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.