Bau badan memang jadi salah satu masalah yang dihadapi hampir semua orang. Saat badan berbau, tentu itu akan menurunkan kepercayaan diri. Lantas mengapa bau badan bisa terjadi?

Bau badan biasanya disebabkan karena ketiak yang berkeringat. Umumnya dikenal sebagai bau badan dan secara teknis disebut bromhidrosis.

Ada dua jenis kelenjar keringat: ekrin dan apokrin. Kelenjar ekrin menutupi sebagian besar tubuh dan terbuka langsung di permukaan kulit. Sebaliknya, kelenjar apokrin terjadi di daerah yang mengandung banyak folikel rambut, seperti pangkal paha dan ketiak.

Baca Juga: Faktanya, Bumil Sering Alami Bau Tak Sedap di 5 Titik Ini

Alih-alih membuka ke permukaan kulit, kelenjar apokrin kosong ke dalam folikel rambut dan kemudian membuka ke permukaan. Saat tubuh memanas, kelenjar ekrin melepaskan keringat yang bertujuan untuk mendinginkan tubuh. Biasanya keringat yang keluar tak mengeluarkan bau. Nah, bau badan tersebut disebabkan oleh bakteri di kulit. Jenis bau yang dihasilkan tubuh Anda bergantung pada susunan genetik, pola makan, dan kebersihan kulit.

Namun, perlu kamu ketahui bahwa ketiak berbau biasanya tak perlu dikhawatirkan. Walaupun ini normal, beberapa orang mengalami keringat berlebih dibandingkan orang lain. Kondisi ini disebut hiperhidrosis.

Bau ketiak dapat terjadi pada semua orang, dan kebersihan yang buruk bukan satu-satunya faktor penyebab bau badan. Hal-hal lain seperti genetika dan diet dapat menyebabkan ketiak berbau.